Pria Diduga Hacker Bjorka, Bukan Ahli IT Tapi Belajar Sendiri via Komunitas Online

by -101 Views

Lintaskriminal.co.id –– Isu penangkapan seseorang yang diduga menjadi pelaku di balik nama “Bjorka” kembali menarik perhatian masyarakat. Pria yang disebut sebagai seorang hacker ini ternyata bukanlah ahli teknologi informasi seperti yang sering dipikirkan orang. Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan dari pihak berwenang, pria yang disebut sebagai ‘Bjorka’ diketahui hanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya.

Namun, ketertarikannya terhadap dunia teknologi informasi sudah tampak sejak lama.

Ia mengakui belajar mandiri melalui berbagai komunitas dan forum di media sosial, hingga akhirnya terkenal aktif dalam kegiatan digital yang diduga terkait dengan kebocoran data.

Jalan kisah pria ini menarik perhatian masyarakat karena menunjukkan bagaimana kemampuan siber dapat berkembang tanpa dasar pendidikan resmi.

Ia dikenal memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sering menghabiskan waktunya di depan komputer untuk mempelajari sistem keamanan digital, jaringan, serta mekanisme kerja data dalam dunia maya.

Berdasarkan berbagai sumber, diketahui bahwa keterlibatannya dalam kegiatan peretasan dimulai dari rasa ingin tahu tentang bagaimana sistem dapat diakses, bukan hanya karena alasan ekonomi.

Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berubah menjadi sumber penghasilan yang cukup besar.

Polisi menyatakan, sejak tahun 2020 hingga 2025, laki-laki tersebut telah melakukan kegiatan ilegal di dunia maya secara mandiri.

Tidak ada tanda-tanda keterlibatan pihak ketiga atau jaringan profesional di balik perbuatannya.

Ia bekerja secara mandiri, memanfaatkan keterampilan yang diperoleh dari belajar mandiri serta jaringan di forum-forum internet gelap (dark web).

Di situlah dia berkomunikasi dengan calon pembeli yang tertarik pada data yang berhasil diaksesnya.

Saat diperiksa, ia mengakui bahwa dari setiap penjualan data yang dilakukannya, ia mampu meraih keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Nominal tergantung pada jenis dan nilai data yang ditawarkan kepada pembeli melalui platform online.

Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap total keuntungan yang diperoleh selama lima tahun terakhir karena pengakuan yang diberikan bersifat sementara dan belum didukung oleh bukti keuangan yang lengkap.

Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa sebenarnya orang tersebut, karena beberapa waktu lalu akun media sosial Bjorka masih aktif dan mengindikasikan bahwa polisi salah menangkap seseorang.