Profil Ade Safri Simanjuntak: Dulu Tahan Firli, Kini Jadi Jenderal Bintang 1

by -185 Views

10drama.com– Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan perubahan jabatan dan promosi terhadap 60 perwira di lingkup Polda hingga Mabes Polri.

Rotasi tersebut diatur dalam dua Surat Telegram Kapolri, yaitu ST/2134/IX/KEP./2025 tanggal 19 September 2025 dan ST/2192/IX/KEP./2025 tanggal 24 September 2025.

Seorang perwira yang mengalami mutasi adalah Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Ia diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggantikan Brigjen Pol Helfi Assegaf yang mendapatkan tugas baru sebagai Kapolda Lampung.

Berdasarkan penugasan tersebut, Ade secara resmi menjabat sebagai brigadir jenderal (brigjen) setelah sebelumnya memiliki pangkat komisaris besar (kombes).

Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa mutasi dan perpindahan jabatan merupakan hal yang selalu berubah dalam struktur Polri.

“Ini merupakan bagian dari proses perkembangan karier dan memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang demi menjaga keamanan, pelayanan, serta mewujudkan Kamtibmas,” kata Truno dilansir dariMediahub Polri, Jumat (26/9/2025).

Berikut adalah profil Ade Safri Simanjuntak yang dipindahkan menjadi Kepala Divisi Tindak Pidana Umum dan Khusus Bareskrim Polri.

Profil Ade Safri Simanjuntak

Ade lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 26 Desember 1974. Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1996.

Berdasarkan catatan Tribunnews, Jumat (26/9/2025), ia juga pernah mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM) pada tahun 2010.

Pendidikannya dilanjutkan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Bersenjata Nasional (SESKO TNI) pada tahun 2022.

Selain mengikuti berbagai pendidikan kepolisian, Ade pernah menjabat beberapa posisi di tingkat Polres dan Polda.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Solo pada tahun 2007, Perwira Menengah (Pamen) Polda Jawa Tengah, serta Kepala Subdit Regident Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur.

Ade kemudian diangkat sebagai Pamen Polda Papua sejak tahun 2014 dan menjabat Kapolres Karanganyar pada tahun 2016.

Namun, masa jabatannya sebagai Kapolres tidak berlangsung lama. Pada tahun 2017, ia dipindahkan menjadi Wakil Direktur Sabhara Polda Jawa Barat.

Selanjutnya, ia diangkat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung pada tahun 2020.

Pada tahun yang sama, Ade “kembali” ke Solo dengan posisi baru sebagai Kapolresta Solo menggantikan Kombes Pol Andy Rifai.

Ia menjalani tugas tersebut selama tiga tahun hingga bulan Oktober 2022.

Selama menjabat sebagai Kapolresta Solo, Ade mengalami dua periode kepemimpinan wali kota, yaitu FX Hadi Rudyatmo dan Gibran Rakabuming Raka.

Ade kemudian mengikuti Pendidikan Dikreg 50 Seskoad TNI di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2022.

Jabatan Kapolresta Solo kini diisi oleh mantan Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Iwan Saktiadi.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ade menerima tugas baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Perkara yang pernah ditangani Ade Safri Simanjuntak

Banyak kasus besar pernah ditangani oleh Ade selama menjabat sebagai Kapolres maupun Dirreskrimsus Polda Metro Jaya.

Ia pernah menangani dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Perkara ini menimpa mantan ketua KPK yang juga bekas Kabaharkam Polri, Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri.

Firli ditetapkan sebagai tersangka pada bulan November 2023, tetapi hingga saat ini perkara tersebut masih dalam status yang belum selesai.

Masalah lain yang pernah ditangani oleh Ade adalah kasus pembuatan film dewasa di Jakarta Selatan pada tahun 2023.

Selain itu, sosok Ade juga mendapat perhatian pada tahun 2020-2021 karena kemampuannya menurunkan tingkat intoleransi di Solo.

Kasus ketidak toleranan pertama yang ia tangani adalah tindakan kacau yang dilakukan oleh kelompok radikal di Desa Metodranan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo pada tahun 2020.