Rugi Jutaan, Gran Max Menyala di SPBU Mandiracan Kuningan

by -148 Views

Lintaskriminal.co.id –– Sebuah mobil Daihatsu Gran Max menjadi rusak parah setelah terbakar di tengah SPBU Mandiracan, Kuningan, Jawa Barat.

Rugi yang dialami akibat kejadian ini diperkirakan mencapai setengah miliar.

Gran Max tersebut terbakar dengan sangat parah hingga habis saat bahan bakar habis, (19/8/25) pagi.

Kebesaran kobaran api sempat menyentuh pompa bensin yang terletak di sebelah kanan Gran Max.

Kejadian mendebarkan terjadi ketika Gran Max sedang mengisi bahan bakar.

Api pertama kali muncul dari bagian belakang kendaraan sebelum menyebar ke bagian depan.

Warga yang berada di lokasi tampak kacau dan cemas mengenai kemungkinan terjadinya ledakan di SPBU.

Di dalam sebuah rekaman video yang dibuat oleh warga, terlihat masyarakat meminta petugas pemadam kebakaran agar segera tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Ade Anggi, petugas Damkar Kabupaten Kuningan, mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran ini diduga disebabkan oleh suhu mobil yang tinggi saat pengisian bahan bakar.

“Kemungkinan sementara, saat mobil sedang mengisi bahan bakar, kondisi kendaraan sangat panas, terjadi sedikit gesekan yang menghasilkan percikan api di bawah, kemudian menyebar dengan cepat,” ujar Ade setelah melakukan pemadaman di lokasi, mengutip 10drama.com.

Kemunculan api yang menyentuh bensin langsung memicu ledakan besar, menghanguskan seluruh Gran Max serta sebagian fasilitas SPBU.

Petugas pompa bensin berupaya mengatasi kebakaran dengan memakai dua unit alat pemadam api berkapasitas besar (APAB) dan enam unit alat pemadam api ringan (APAR).

Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil, dan api semakin membesar hingga menjangkau dispenser bahan bakar dan atap pompa bensin.

Petugas pemadam kebakaran (UPT) Satpol PP Kabupaten Kuningan tiba di lokasi menggunakan dua kendaraan dan delapan anggota.

Api berhasil dipadamkan dalam kurun waktu sekitar sepuluh menit. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Akibat peristiwa ini, kerugian diperkirakan melebihi Rp 500 juta.