Siswa SD Lubuklinggau Tewas di Kolam Saat Keluar Jam Pelajaran

by -72 Views

Ringkasan Berita:

  • Seorang murid dengan kebutuhan khusus kabur dari sekolah saat jam pelajaran, Rabu (12/11/2025).
  • Setelah lepas dari pengawasan guru, korban ditemukan meninggal.
  • Anak laki-laki berusia 8 tahun ditemukan meninggal terapung di kolam ikan

Lintaskriminal.co.id –– Seorang anak dengan kebutuhan khusus ADK (8) ditemukan meninggal di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, pada hari Rabu (12/11/2025).

ADK ditemukan meninggal terapung di kolam milik penduduk yang berjarak sekitar 200 meter dari SD tempat ADK menempuh pendidikan.

ADK adalah warga yang tinggal di Jl Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Korban ditemukan meninggal dunia setelah keluar dari sekolah saat jam pelajaran berlangsung.

Hal ini disampaikan oleh pembimbing ADK, Budi Prasetyo.

“Melihat tidak ada, saya langsung menyadari untuk mencari di sekitar sekolah, tetapi tidak ditemukan, kira-kira pukul 11.40 WIB,” katanya kepada TribunSumsel.com, Rabu (12/11/2025).

Peristiwa dimulai ketika Budi sedang beristirahat setelah selesai mengajar olahraga.

Budi juga membuka laptopnya untuk menyelesaikan dokumen sekolah.

Tiba-tiba, seorang guru wanita memberitahu bahwa korban lari keluar.

“ADK ini lari tanpa saya menyadari bahwa dia sedang lari, ada guru perempuan memberi tahu bahwa Alfarezqi keluar, saya mencari ke kelas dan ke mana-mana tidak ada,” katanya.

Budi langsung mencari korban dan bertanya kepada petugas keamanan di sekolah.

Petugas keamanan juga tidak mengetahui tempat bersembunyi ADK, sehingga pencarian dilakukan hingga ke luar sekolah.

Budi menceritakan, selama pencarian, ia melihat sebuah kolam yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah.

“Di sekitar sekolah terdapat sebuah kolam, saya penasaran, lalu meminta izin kepada pemiliknya untuk masuk, pagar terbuka separuh, ketika memasuki area tersebut, ditemukan sesuatu mengapung,” katanya.

Ia segera mengangkat korban dan membawanya ke rumah sakit.

“Korban dalam posisi terlentang menggunakan pakaian olahraga, kemudian setelah dibawa ke rumah sakit diketahui telah meninggal,” katanya.

Budi menceritakan, korban adalah anak yang aktif dan termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus.

“Anaknya memang aktif, bahkan saat berlari kecepatannya sangat tinggi, itu yang kami lakukan dalam pendampingan,” katanya.

Siswa di Palembang Ditemukan Meninggal di Parit

Beberapa waktu yang lalu, terdapat peristiwa serupa di Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel).

Seorang siswa kelas 7 SMPN 26 meninggal dunia di parit yang berada di belakang sekolahnya, pada hari Kamis (6/11/2025).

Siswa dengan nama Ibu Nabil Shaki ditemukan dalam keadaan meninggal dengan mengenakan seragam lengkap tetapi tidak memakai sepatu.

Kepala Sektor Sukarami, Kompol Alex Andriyan menyampaikan, ternyata korban terjatuh saat berusaha menyeberangi parit di belakang sekolahnya.

Kepalanya terluka akibat terjatuh saat melompati parit di belakang sekolah,

“Lalu berjalan goyah dan jatuh dengan wajah terendam air,” katanya, dikutip dari TribunSumsel.com.

Ia menceritakan, awalnya korban bersama tiga temannya pergi ke warung yang berada di belakang sekolah saat waktu istirahat dengan memanjat dinding belakang sekolah.

Tindakan mereka akhirnya diketahui dan diingatkan oleh warga sekitar.

Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, korban Ibnu saat istirahat keluar dari area sekolah, yaitu di warung,

“Mereka keluar melalui celah-celah pagar tembok. Selanjutnya terlihat oleh warga dan diingatkan,” katanya.

Mereka kemudian berlari kembali ke sekolah, karena takut, korban justru terpeleset sehingga kepalanya menabrak.

“Temannya sempat melihat korban tergelincir dan membentur batu, lalu korban berdiri dan berjalan di air parit, kemudian jatuh kembali,” tambah Alex.

Sahabat korban pada awalnya merasa korban dalam keadaan baik-baik saja.

“Untuk teman-teman yang lain karena bel sudah berbunyi merasa itu tidak masalah,” katanya.

Namun, guru yang memasuki kelas tidak melihat korban.

Kemudian guru itu mencoba memeriksa bagian belakang sekolah dan terkejut melihat korban yang sudah tergeletak di saluran air.

“Korban ditemukan berada 5 meter dari lokasi awal jatuhnya, dengan wajahnya terendam air,” katanya.

Kepada TribunSumsel.com, Kompol Alex menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP dan keterangan saksi, korban meninggal akibat kecelakaan murni.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, dugaan awalnya adalah dari keterangan saksi, indikasi kuat peristiwa ini murni kecelakaan akibat kelalaian korban sendiri,” tegas Alex.

Beberapa artikel ini pernah dipublikasikan di TribunSumsel.com dengan judul Lepas Dari Pengawasan Guru, Siswa Berusia 8 Tahun di Lubuklinggau Meninggal Tenggelam di Kolam Dekat Sekolah

(Lintaskriminal.co.id -, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSumsel.com, Eko Hepronis/Rachmad Kurniawan)