SPPG Polri Terapkan Standar Sanitasi Ketat untuk Program Makanan Gratis yang Aman

by -113 Views

Warta Lombok_Demi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG)berjalan dengan aman, bersih, dan sesuai standar kesehatan, Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri terus memperkuat sistem pengelolaan makanan melalui prosedur yang ketat. Hal ini dilakukan agar ribuan porsi makanan yang dihasilkan setiap hari benar-benar terjamin kualitasnya sebelum sampai kepada penerima manfaat.

Kepala SPPG Polri Pejaten, M. Iqbal Salim, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengolahan makanan dilakukan sesuai dengan protokol kebersihan yang berlapis. Mulai dari pengolahan bahan baku, proses memasak, hingga penyaluran makanan selalu diawasi dengan standar yang sangat ketat. Setelah makanan disajikan, sisa bahan dan wadah makanan tidak dibiarkan begitu saja, melainkan dipisahkan dan dibawa ke area pencucian khusus.

“Setiap peralatan masak dan wadah makanan dibersihkan dengan metode bertingkat. Di area pencucian telah tersedia tiga keran khusus yang masing-masing digunakan untuk tahapan pembilasan berbeda, mulai dari pencucian awal, pembilasan tengah, hingga bilasan akhir menggunakan air bersih yang telah diuji kelayakannya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Iqbal menambahkan, pengawasan berkala terhadap sanitasi di SPPG Polri dilakukan olehDinas Kesehatan melalui Pengawasan Kesehatan Lingkungan (PKL). Ini memastikan bahwa seluruh alat dan fasilitas pengolahan makanan tetap sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

Selanjutnya, SPPG Polri juga telah memiliki berbagaisertifikat nasional dan internasionaldalam bidang keamanan pangan. Di antaranya sertifikatlaik higiene sanitasi, standar internasional ISO 22000:2018, serta penerapan sistem pengelolaan keamanan panganHACCP (Analisis Bahaya dan Titik Pengendalian Kritis), GMP (Good Manufacturing Practice), hingga BRC (British Retail Consortium)Sertifikat ini menunjukkan bahwa makanan yang dihasilkan dari dapur SPPG Polri telah diproses sesuai standar terbaik, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kemudian untuk higiene dan sanitasi tentu didukung oleh sertifikat laik higiene sanitasi, ISO 22000:2018, serta penerapan standar HACCP, GMP, dan BRC. Dari SPPG Polri juga alhamdulillah sudah terbit sertifikat halalnya,” kata Iqbal.

Selain segi teknis, Iqbal menekankan bahwajaminan halaljuga menjadi prioritas utama. Adanya sertifikat halal memastikan masyarakat tidak perlu meragukan kehalalan setiap hidangan yang tersedia dalam program MBG.

Dengan penerapan sistem sanitasi yang disiplin dan dukungan sertifikasi, SPPG Polri berkomitmen menjaga kualitas gizi sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menerima manfaat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kelangsungan program MBG yang dicanangkan pemerintah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.