Standar Ganda MBG, Pakar Unsoed: Izin Jual Keripik Juga Dibutuhkan, Masak untuk Ratusan Anak Kok Lolos?

by -134 Views

Lintaskriminal.co.id -, PURWOKERTO– Ironi besar dalam pengelolaan program pemerintah kini terungkap di Banyumas.

Saat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kesulitan memenuhi persyaratan agar bisa mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk menjual keripik dalam kemasan, banyak dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyediakan makanan bagi ribuan anak justru berjalan tanpa pengawasan dan standar yang ketat.

Perbedaan standar yang sangat jelas ini mendapat perhatian tajam dari akademisi Teknologi Pangan Unsoed, Prof. Dr. Rifda Naufalin.

Ia meragukan kelemahan sistem pengawasan terhadap dapur-dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sejatinya memiliki tanggung jawab dan risiko yang jauh lebih besar.

Hanya UMKM yang bisa beroperasi harus memiliki izin seperti PIRT. Seharusnya SPPG juga demikian. Harus ada ahli gizi, seseorang yang memantau kualitas air, kebersihan dapur, serta fasilitas lainnya,” ujarnya dengan nada heran, Kamis (16/10/2025).

Keadaan ini, menurutnya, mengindikasikan adanya kelemahan struktural dalam pelaksanaan program.

Peluncuran yang terkesan terburu-buru menyebabkan aspek-aspek dasar seperti kesiapan sumber daya manusia, kelayakan fasilitas, serta prosedur keamanan pangan menjadi prioritas kedua.

“Keberadaan SPPG ini sebenarnya bagus, tetapi pelaksanaannya terlalu terburu-buru. Banyak dapur yang belum siap, namun langsung beroperasi,” kata Prof. Rifda.

Ia menekankan bahwa program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak, seharusnya diatur dengan standar terbaik, bukan justru lebih longgar dibandingkan usaha komersial skala kecil.

Tanpa adanya ahli gizi yang mengawasi, petugas pengawas sanitasi yang menjamin kebersihan, serta sistem manajemen kualitas yang terencana di setiap dapur, program ini berjalan seperti ‘proyek tanpa pengawas’.

Kritik ini merupakan bentuk kecaman yang tajam bagi penyelenggara agar segera memperbaiki sistem.

Karena, kepercayaan masyarakat dan, yang paling penting, kesehatan ribuan anak tidak dapat diambil risikonya dengan standar ganda yang berbahaya.