Tak Puas Bunuh Karyawan Minimarket, Heryanto Fitnah Dina Oktaviani, Ceritakan Tubuhnya Setelah Diperkosa

by -123 Views

Lintaskriminal.co.id – Pelaku pembunuhan pegawai minimarket Dina Oktaviani rupanya masih sempat memfitnah korban.

Fitnah itu disampaikan oleh Heryanto ke penyidik usai membunuh dan menyetubuhi korban.

Ibu kandung Dina Oktaviani, Yayah membuka rahasia fitnah tersebut. Menurutnya, Dina pergi ke rumah Heryanto bukan untuk meminta dicarikan seseorang yang dianggap pintar.

Meskipun Dina meminta dicarikan seseorang yang cerdas, mengapa harus dibunuh oleh pelaku.

Dina Oktaviani dan Heryanto bekerja di Alfamart yang terletak di Rest Area Km 72 Jalan Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat.

Heryanto menjabat sebagai kepala toko, sementara Dina Oktaviani sebagai pegawai.

Dina dibunuh oleh Heryanto di rumah tersangka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta.

Setelah meninggal, Dina diduga pernah menjadi korban pemerkosaan oleh Heryanto sebelum jenazahnya dimasukkan ke dalam kotak.

Heryanto selanjutnya mengangkat kotak tersebut ke jembatan lalu membuangnya ke Sungai Citarum.

Berdasarkan pengakuan yang disampaikannya kepada penyidik, Dina Oktaviani meminta untuk diantarkan ke seseorang yang dianggap bijaksana.

Tujuan dari hal tersebut adalah karena Dina ingin menghilangkan kenangan akan mantan kekasihnya.

Ia juga sering curhat ke Heryanto soal kisah cintanya yang kandas itu.

Ia sering mengeluh, “Pak, saya ada masalah.” “Masalahnya apa, Neng?” “Saya suka pada pacar saya, tapi sekarang dia tidak lagi memiliki perasaan yang sama terhadap saya,” katanya.

Menurutnya Dina Oktaviani kemudian meminta bantuan padanya untuk bertemu dengan orang pintar.

“Secara kebetulan saya memiliki kenalan dengan orang-orang yang bisa saya mintai bantuan, seperti hal-hal semacam itu,” katanya.

Dina mengatakan Heryanto pergi ke orang bijak agar bisa melupakan mantan kekasihnya, Ahmad.

“Ia juga menceritakan kepada saya bahwa pernah (ke pada orang yang pandai),” katanya.

Ia juga menggambarkan kondisi tubuh Dina setelah ia membunuh dan melakukan hubungan intim.

“Ringan, mudah diangkat sendiri,” katanya.

Menurut ibu Dina Oktaviani, Yayah, kisah Heryanto palsu.

Yayah menyatakan bahwa Heryanto berencana meminjam uang dari korban.

“Yang melakukan, si pencuri, si brengsek itu meminjam uang, katanya mau ditransfer tidak boleh,” kata Yayah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dina kepada ibunya sebelum ia meninggal dunia akibat dibunuh Heryanto.

“Katanya ‘ma Pak Hery ingin meminjam uang tapi tidak mau di-transfer, lebih suka diberikan langsung’. Itulah sebabnya Dina diundang ke rumahnya,” kata Yayah.

Ia juga menegaskan bahwa pengakuan Heryanto kepada penyidik itu seluruhnya palsu.

“Itu tidak benar, sebenarnya palsu. Jika memang ingin mencari seseorang yang cerdas, mengapa harus membunuh anak saya. Benar tidak?” katanya.

“Jika dia benar-benar ingin mengantarkan ke tempat seperti itu, mengapa harus membunuh anak saya. Mungkin sudah direncanakan,” ujar Yayah kembali.

Menurut Yayah, putrinya tidak pernah mengungkapkan hal buruk mengenai atasan mereka.

“Ia mengatakan semua orang di toko baik, jadi ibu tidak menyangka pelakunya adalah rekan kerjanya sendiri,” katanya.

Ia tidak membantah bahwa putrinya memang baru saja berpisah dari kekasihnya.

Namun dia menegaskan bahwa korban datang ke rumah tersangka untuk memberikan pinjaman uang.

“Jika soal putus, ya, tetapi jika ingin pergi ke tempat seperti itu, itu adalah kebohongan besar. Karena dia diundang untuk mengantarkan uang, baik di TF maupun dina tidak diperbolehkan, ingin langsung,” katanya.

Yayah juga meminta agar Heryanto diberi hukuman yang paling berat.

“Yang jelas, saya ingin dihukum seberat-beratnya, nyawa diganti nyawa,” tegasnya.

Petugas telah melakukan pemeriksaan lokasi kejadian di rumah tersangka.

Di tempat tersebut ditemukan beberapa alat bukti berupa benda-benda milik korban dan tersangka.

“Barang bukti digunakan oleh tersangka dalam melakukan tindakannya, serta menemukan beberapa barang bukti milik korban. Baik yang telah dibakar untuk menghilangkan jejak oleh tersangka, maupun barang bukti yang merupakan milik pelaku yang berada di sekitar TKP,” ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saepul Uyun, Heryanto membunuh Dina dengan cara mencekik.

“Ia meninggal dengan cara dicekik,” katanya.

Uyun menyebutkan bahwa Heryanto melakukan tindakan kejam di dalam rumah.

“Di ruang tamu,” katanya.

Terlihat di tempat tersebut terdapat tempat tidur di ruang tamu.

Ikuti channel Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t