Teror KKB di Nabire, Korban Selamat Usai Lompat ke Jurang

by -65 Views

Lintaskriminal.co.id –Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) lagi-lagi mengancam masyarakat.

Kelompok KKB merupakan sebutan yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengacu pada kelompok bersenjata yang berusaha memisahkan diri dari Papua. Kelompok ini dulunya merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menuntut kemerdekaan Papua dari Indonesia.

KKB berupaya memperjuangkan pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa kelompok menginginkan otonomi yang lebih besar dalam pengelolaan pemerintahan setempat. Papua kaya akan sumber daya alam seperti tambang dan hasil pertanian, yang menjadi akar dari perselisihan.

Mereka meminta pengakuan terhadap budaya dan hak-hak masyarakat adat Papua. Terdapat tuntutan mengenai penyelesaian pelanggaran HAM yang telah terjadi di masa lalu.

Dampak dari keberadaan KKB menyebabkan banyak warga sipil, anggota TNI/Polri, serta pegawai pemerintah menjadi korban. Serangan terhadap bangunan umum dan sistem transportasi.

Kegiatan KKB memicu ketidakstabilan di berbagai daerah di Papua. Penduduk setempat merasakan rasa takut dan tekanan psikologis akibat perkelahian. Proyek pembangunan sering mengalami hambatan karena ancaman keamanan.

Kini terjadi peristiwa menegangkan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada hari Jumat 17 Oktober 2025. Tempat kejadian berada di Kilo 20, Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire.

Kelompok KKB yang diduga dipimpin oleh Aibon Kogoya, tokoh yang terkenal aktif dalam kegiatan bersenjata di wilayah Papua.

Aibon Kagoya bersama sejumlah orang melakukan penembakan ganas terhadap penduduk sipil dan petugas kepolisian. Serangan tersebut mengakibatkan satu warga tewas dan empat polisi luka-luka. Korban yang terkena tembakan telah dibawa ke RSUD Nabire, Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire.

Namun di balik peristiwa ini, terdapat kisah menyedihkan yang dialami oleh Braen beserta dua temannya.

Mereka adalah para korban yang selamat dari beberapa korban yang terluka akibat tembakan dari KKB di Kali Semen.

Braen bercerita, sebelumnya mereka semua dari Siriwo menggunakan satu mobil untuk turun ke Nabire kota.

Namun selama perjalanan, tepat di tanjakan kali semen, tiba-tiba kendaraan mereka diberhentikan oleh sekelompok orang, dan akhirnya mobil tersebut berhenti.

Saat dihadang, Braen mengatakan, tampak tiga orang membawa senjata panjang, sedangkan yang lainnya memegang parang.

Lanjut Braen, ketika dihadang, kendaraan yang mereka tumpangi berhenti.

“Ternyata mobil belum berhenti sepenuhnya, sekelompok orang langsung menembak kami, tapi alhamdulillah, tidak terkena,” ujar Braen kepada awak media, Sabtu, (18/10/2025).

Karena telah diserang oleh kelompok tersebut, akhirnya mereka semua turun dari mobil.

“Ketika kami turun, saya yang langsung menghadapi kelompok ini, dan saat itu saya kembali ditembak dari depan, tetapi tidak terkena, namun saya tidak panik dan tetap berdiri,” katanya.

Namun, tiba-tiba menurut Braen, ia mendengar kembali suara tembakan dari belakang.

“Tapi tidak tahu kepada siapa tembakan itu ditujukan,” katanya.

Oleh karena itu, kata Braen selanjutnya, saat tembakan ketiga terjadi, dia bersama adiknya dan seorang temannya melompat ke jurang di bawah jalan kali semen untuk menyelamatkan diri.

Menurutnya, selama berada di lembah yang tertutup hutan lebat, mereka berjalan kaki mengikuti aliran sungai batu, sambil bersembunyi-sembunyi.

“Di sana, kelompok bersenjata ini sempat melewati kami, tetapi kami bersembunyi dan diam saja,” katanya.

Setelah kelompok tersebut pergi jauh, Bren mereka keluar mencari bantuan.

“Maka kami kembali ke tempat kejadian, dan saat tiba di lokasi, kami bertemu dengan petugas keamanan, lalu langsung dievakuasi ke rumah sakit,” tegasnya.

Sementara Brando, saudara laki-laki Braen, menambahkan, saat kejadian, kakaknya yang melompat terlebih dahulu.

“Maka karena itu, saya dan teman saya juga melompat ke jurang, lalu kami berlari mengikuti arah aliran sungai di bawah,” jelasnya.

Ia mengatakan, sangat bersyukur kepada Tuhan, karena mereka selamat dari ancaman yang terjadi.

Kunjungan Kapolda Papua Tengah Juga Dihancurkan Tim Kapolda Papua Tengah Juga Mengalami Serangan Kapolda Papua Tengah Bersama Rombongannya Juga Diserang Rombongan yang Diketuai Kapolda Papua Tengah Juga Diserang Kapolda Papua Tengah dan Rombongannya Juga Jadi Target Serangan

Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Brigjen Alfred Papare, menjadi target serangan saat melintasi Kabupaten Nabire.

Pelaku adalah Aibon Kogoya, yang merupakan pemimpin salah satu kelompok kriminal bersenjata di Papua yang terlibat dalam berbagai tindakan penembakan terhadap penduduk sipil dan petugas keamanan.

Aibon Kagoya terlibat dalam rangkaian kejadian penembakan, termasuk terhadap penduduk biasa dan petugas polisi.

Kepala Kepolisian Resor Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengungkapkan kejadian tersebut terjadi pada Jumat (17/10/2025).

Awalnya, pihak Polres Nabire sedang melakukan evakuasi terhadap lima warga sipil yang diduga menjadi korban tembakan dari anggota KKB di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Barat, salah satunya meninggal dunia.

“Kemudian diikuti oleh kedatangan Bapak Kapolda Papua Tengah bersama Pak Dirintel, Dirkrimum, dan Dansatbrimob, serta Pak Dandim Nabire,” ujar Samuel dalam pernyataannya, Minggu (19/10/2025).

Kemudian, kata Samuel, setelah Kapolda Papua Tengah memberikan petunjuk kepada personel. Tim kembali menuju Kabupaten Nabire untuk melakukan pemeriksaan lokasi kejadian penembakan terhadap warga sipil.

“Pada KM 17-18, namun saat perjalanan kami kembali, rombongan kami dihentikan, di mana dalam rombongan kami sendiri terdapat Kapolres Nabire, kemudian Bapak Kapolda serta beberapa PJU yang telah disebutkan, termasuk Pak Dandim 17 Nabire,” katanya.

Pada saat itu, tembakan yang dilakukan oleh anggota KKB mengenai bagian belakang mobil, menyebabkan beberapa anggota polisi terluka.

“Ketika terkena benturan, bagian belakang mobil terkena dampaknya. Akibatnya menambah luka pada personel Polres Nabire sekitar 4 orang. Satu orang Kasat Narkoba terkena serpihan di sisi kepala,” katanya.

“Dan dua orang terkena serpihan peluru, serta dua lainnya mengalami luka tembak dengan proyektil yang tertanam di bahu sebelah kiri,” lanjutnya.

Namun, Samuel menyebutkan bahwa keempat anggota personel saat ini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Nabire.

Termasuk pula warga sipil yang mengalami luka tembak akibat kejadian sebelumnya.

“Kemudian kami kembali, bersama Pak Kapolda mengunjungi rekan yang empat orang tersebut. Empat orang tersebut mengalami luka tembak pecahan dan sudah ditangani. Sementara masyarakat yang terluka kemarin mendapatkan perawatan di RS Nabire,” katanya.

Kemudian mengenai korban yang meninggal, Samuel menyampaikan bahwa jenazah korban telah dikebumikan.

“Kami telah mengunjungi rumah duka, tadi malam kami mengawal menggunakan kendaraan tempur hingga rumah duka sekitar pukul 9-10, kemudian siang ini kami juga melakukan kunjungan ke rumah duka. Kami juga sudah memberikan bantuan sembako dan membantu mengantarkan hingga ke pemakaman,” katanya.

Sementara itu, mengenai kondisi saat ini, Samuel menyampaikan bahwa pihaknya telah memperkuat pos-pos pengawasan sesuai instruksi Kapolda dengan menambahkan personel dari Brimob.

Artikel ini sudah diterbitkan di Tribun-Papua.com