Tiga Pria Lari Tinggalkan Mobil Saat Dihadang Polisi, Ini Alasannya

by -103 Views

Lintaskriminal.co.id -, Manado– Kelompok perampok anjing (dogger) sering mengganggu warga Manado, Sulawesi Utara.

Tindakan mereka yang mencuri hewan peliharaan warga semakin marak belakangan ini.

Tidak lama yang lalu, tiga orang yang diduga sebagai pelaku tertangkap saat melakukan tindakan pencurian anjing.

Namun para pelaku berhasil kabur.

Pada saat itu, pihak kepolisian hanya mampu mengamankan barang bukti.

Sebuah kendaraan yang membawa 14 ekor anjing meninggal ditinggalkan oleh para pelaku ketika bertemu dengan petugas kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Wanea, Manado, pada hari Kamis (16/10/2025) pagi.

Operasi penindakan ini dilaksanakan oleh Tim Resmob Polda Sulut setelah maraknya kasus pencurian anjing dan pencurian rumah yang menjadi viral di media sosial serta menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat.

Tim langsung menargetkan area yang dikenal sebagai “Kampung Dogger” di Wanea Lingkungan 4, yang diduga menjadi tempat beroperasinya para pelaku.

Kepala Resmob Polda Sulut Kompol Frelly Sumampouw menyampaikan, hal ini dimulai dari patroli rutin yang ditingkatkan guna menekan tingkat kejahatan di jalan raya.

Pukul 06.00 Wita, tim kami yang sedang melakukan patroli di sekitar Kampung Dogger bertemu dengan sebuah mobil Avanza berwarna silver dengan plat nomor DB 1505 LN,” katanya, Sabtu (18/10/2025).

Kendaraan itu menunjukkan perilaku mencurigakan dan berusaha membelokkan arah secara tiba-tiba ketika melihat mobil petugas.

Mencurigai tindakan tersebut, Tim Resmob segera melakukan pengejaran dan mengelilingi mobil yang menjadi sasaran.

Dipaksa dan tidak mampu lagi menghindar, mobil Avanza itu tiba-tiba berhenti.

Tiga lelaki kemudian turun dari kendaraan dan berlarian menuju area permukiman yang padat.

Petugas yang cepat tanggap segera mengamankan kendaraan yang ditinggalkan. Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti yang mengejutkan.

Di dalam mobil, kami menemukan 14 ekor anjing dalam keadaan mati, yang diduga kuat merupakan korban pencurian. Selain itu, kami juga menemukan seperangkat alat hisap sabu atau bong,” katanya.

Menurutnya, seluruh barang bukti, termasuk mobil Avanza, 14 ekor anjing, dan bong sabu, segera disimpan di Safe House Resmob di Megamas untuk pemeriksaan lanjutan.

“Identitas para pelaku yang melarikan diri kini telah diketahui dan sedang dalam pencarian,” katanya.

Ia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak pidana yang mengganggu masyarakat.

“Kami akan memperhatikan para pelaku kejahatan jalanan yang viral di media sosial dan menimbulkan ketakutan. Kami akan menindak tegas,” kata Kompol Frelly Sumampouw.

(Tim Lintaskriminal.co.id -)

Ikuti Channel WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai berita-berita terpopuler lainnya.