Tim Gegana Polda Maluku Hancurkan 11 Bom Rakitan dari Warga

by -140 Views

AMBON, 10drama.com– Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku menghancurkan total 11 bom rakitan yang diberikan oleh warga Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Penghancuran barang berbahaya dilakukan oleh Tim Jihandak di Dusun Wailiha, Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, pada hari Sabtu, 16 Agustus dan Rabu, 20 Agustus 2025.

Kepala Divisi Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menyampaikan, 11 bom rakitan tersebut diserahkan secara sukarela oleh masyarakat berdasarkan kesadaran terhadap ancaman dan bahaya dari bahan peledak tersebut.

“Sebanyak 11 bom pipa buatan sendiri diserahkan oleh seorang tokoh masyarakat kepada tim penyelesaian masalah di Salahutu pada tanggal 15 Agustus 2025,” kata Rositah kepada para jurnalis, Kamis (21/8/2025).

Sebelum dihancurkan, 11 bom buatan sendiri tersebut sempat disimpan di kantor Polresta Pulau Ambon, kemudian akhirnya diserahkan kepada Tim Jihandak Satuan Brimob Polda Maluku untuk dihancurkan sesuai aturan yang berlaku.

“Kesadaran masyarakat ini muncul akibat pendekatan persuasif yang terus dilakukan oleh tim lapangan, hingga akhirnya tercipta kepercayaan terhadap pihak Kepolisian,” katanya.

Penghancuran 11 bom tersebut diarahkan oleh Wakil Komandan Detasemen Gegana, AKP W. Matulessy. Penghancuran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai peralatan khusus dan sistem keamanan yang memenuhi standar tinggi.

Rosita menyampaikan, 11 buah bom pipa rakitan yang dihancurkan dalam keadaan aktif dan utuh, sehingga memiliki risiko ledakan berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Ia menambahkan, Polda Maluku terus memperkuat upaya mengajak dan berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya di daerah yang rentan konflik, agar secara sukarela menyerahkan bahan peledak atau senjata buatan sendiri yang mungkin masih disimpan oleh warga.

“Kami mengajak masyarakat yang masih menyimpan bahan berbahaya untuk menyerahkan kepada pihak berwajib secara sukarela. Langkah ini sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama dan memastikan keamanan wilayah,” tutupnya.