Lintaskriminal.co.id -, SOLO –Perebutan diduga berkaitan dengan penarikan sepeda motor oleh sebuah perusahaan pembiayaan terjadi di wilayah RT 3 RW 9 Minapadi, Nusukan, Banjarsari, Sabtu (18/10/2025) siang.
Pengejaran di jalanan desa menimbulkan ketakutan bagi warga, sehingga akhirnya mereka memblokir jalan dan menjaga hingga malam hari.
Ketua RT setempat, Andreas, menyatakan awalnya masyarakat tidak mengetahui kondisi permasalahannya.
Namun, keadaan menjadi kaku ketika sekelompok orang terlihat saling mengejar di wilayah permukiman.
“Saya tahu ada keributan di depan, ada yang berlarian,” kata Andreas.
Kira-kira pukul 19.45, penduduk masih berada dalam posisi siaga. Salah satu bagian jalan ditutup dengan menggunakan batang bambu dan kursi kayu sebagai pembatas. Penutupan ini dilakukan guna menghindari kejadian lanjutan.
Kepala Desa Banjarsari, Beni Supartono Putro, mengakui bahwa keributan tersebut disebabkan oleh masalah penarikan kendaraan bermotor oleh pihak leasing. Meskipun demikian, ia mengatakan belum mengetahui secara pasti penyebab bentrokan yang terjadi di lokasi tersebut.
“Sudah diambil, tetapi kemudian diminta datang kembali untuk mengurus hari Senin. Jadi, mungkin prosesnya itulah yang menyebabkan kekacauan,” katanya.
Menurut Beni, pengamanan dilakukan oleh penduduk setempat bukan untuk mendukung kelompok tertentu, tetapi untuk menghindari wilayah mereka menjadi tempat perselisihan terbuka.
“Orang-orang menjaga karena ini adalah kampung mereka. Paling tidak, jangan sampai terjadi keributan di sini,” tegasnya.
Ia bahkan menegaskan bahwa pihaknya hanya berkepentingan memastikan kondisi tetap aman dan tidak terjadi gesekan lebih lanjut.
“Siapa yang benar, siapa yang salah, tidak penting. Yang jelas, jangan membuat keributan di sini. Jika ingin berkelahi, silakan lakukan di luar. Jangan di sini,” katanya.
Sampai malam Sabtu (19/10/2025), Linmas bersama masyarakat masih melakukan pengawasan.
Petugas berharap kedua belah pihak yang bersengketa mampu menyelesaikan masalah secara resmi tanpa menimbulkan kegundahan di kalangan masyarakat.
(*)
