2.307 Tahanan NTT Dapat Remisi Perayaan HUT RI

by -141 Views

SEBANYAK 2.307 tahanan dan pemasyarakatan di seluruh tempat penahanan serta lembaga pemasyarakatan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Minggu, 17 Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, 24 orang dinyatakan langsung lepas setelah mendapatkan pengurangan masa hukuman atau yang dikenal denganRemisi Umum II (RU II).

“Remisi ini adalah penghargaan dari pemerintah kepada tahanan yang berperilaku baik, mematuhi program pembinaan, serta memenuhi ketentuan hukum,” kata Ketut Akbar Herry Achjar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, dalam pernyataannya.

Rincian Penerima Remisi

Berdasarkan data pada 13 Agustus 2025, jumlah tahanan di NTT mencapai 3.168 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.307 orang memenuhi kriteria dan diberikan remisi, baik Remisi Umum I (RU I) maupun Remisi Umum II (RU II).

Pembebasan Bersyarat Jenis I (RU I): 2.283 orang

  • 1 bulan: 347 orang
  • 2 bulan: 607 orang
  • 3 bulan: 426 orang
  • 4 bulan: 371 orang
  • 5 bulan: 441 orang
  • 6 bulan: 91 orang

Remisi Kedua Umum (RU II): 24 orang langsung dilepaskan

  • 1 bulan: 13 orang
  • 2 bulan: 1 orang
  • 3 bulan: 5 orang
  • 5 bulan: 2 orang
  • 6 bulan: 3 orang

Remisi diatur berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2022 mengenai Pemasyarakatan, PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Ketentuan dan Prosedur Pelaksanaan Hak Warga Binaan, Keppres Nomor 174 Tahun 1999 terkait Remisi, Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018, serta Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022.

Kriteria utama penerima remisi ialah memiliki perilaku yang baik, tidak menerima hukuman disiplin dalam enam bulan terakhir, serta aktif mengikuti program pembinaan dengan penilaian yang memuaskan.

Ketut Akbar menyatakan bahwa pemberian remisi bukan hanya sekadar pengurangan waktu hukuman, namun juga menjadi dorongan bagi tahanan untuk terus berusaha memperbaiki diri. “Remisi merupakan bentuk apresiasi pemerintah agar mereka yang menjalani hukuman tetap memiliki harapan, semangat, dan peluang untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik,” ujarnya.