Brankas Restoran Stasiun Whoosh Halim Dibobol, Pelakunya Mantan Supervisor

by -72 Views

Lintaskriminal.co.id -, KEBAYORAN BARU –Brankas yang berada di sebuah restoran cepat saji di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta Timur, berhasil dirusak oleh pencuri.

Tindakan pelaku terekam oleh kamera pengawas yang dipasang di sudut tertentu sebuah restoran.

Di dalam rekaman CCTV, tersangka terlihat memakai topi, jaket, serta menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya.

Pelaku terlihat tenang saat memasuki restoran. Selanjutnya, ia langsung masuk ke ruangan yang berisi tempat penyimpanan brankas.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Pendi Wibison menyampaikan, kejadian pencurian terjadi pada Selasa (2/9/2025).

Tersangka merupakan seorang pria dengan inisial ML yang pernah menjadi supervisor di restoran makanan cepat saji tersebut.

“ML ditangkap di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, pada 7 Oktober 2025,” ujar Pendi, Minggu (12/10/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka membuka pintu restoran dengan menggunakan kunci cadangan yang masih dimilikinya.

Pelaku mengambil uang sebesar Rp 4,3 juta yang berada di dalam brankas.

“Ia juga mengakui berhasil membuka brankas dengan mudah karena kodenya masih sama,” kata Pendi.

Aksi Maling Lainnya

1. Pencuri Kaleng Penjual Nasi Uduk

Peristiwa pencurian lainnya terjadi di Jakarta Timur pada hari Jumat (10/10/2025).

Kotak yang berisi ratusan ribu rupiah milik pedagang nasi uduk di Jalan Kemang, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo hilang dicuri oleh seorang pria tak dikenal sekitar pukul 06.50 WIB.

Pelaku tiba menggunakan sepeda motor dan berpura-pura ingin membeli tempe goreng.

Namun, karena habis, laki-laki tersebut akhirnya memesan empat cangkir kopi yang dibungkus.

Fatimah kemudian memberikan pelayanan kepada pelaku, dan saat sedang memasak air panas, pelaku masuk untuk mengambil kaleng uang hasil penjualan nasi uduk.

Setelah mengambil kaleng, pelaku kemudian pergi meninggalkan tempat kejadian dan tidak lama kemudian ketua RW setempat datang untuk sarapan.

Fatimah mengakui, pada saat itu ia tidak menyadari bahwa pria yang membeli kopi telah pergi meninggalkan tempat kejadian sambil membawa kaleng berisi uang.

“Seperti dihipnotis, saat Pak RW ingin membayar baru menyadari kalengnya hilang. Setelah mengecek CCTV, ternyata yang membeli kopi adalah pencurinya,” kata Fatimah dilansir dari Wartakota, Sabtu (11/10/2025).

Fatimah melanjutkan, saat dirinya sedang memasak air, sempat ke rumah anaknya yang berada di samping warungnya untuk meminta plastik.

Ia juga memastikan bahwa pelaku bukan penduduk setempat karena tidak ada warga yang mengenalnya, demikian pula anak-anaknya.

“Uangnya sekitar Rp 400.000 hingga Rp 500.000, yang disayangi adalah kalengnya karena sudah 26 tahun menemani saya berjualan,” tegasnya.

Fatimah menuturkan, lingkungan tempat tinggalnya rentan terhadap pencurian, khususnya kendaraan bermotor.

Beberapa waktu yang lalu, dua penduduk kehilangan motornya pada bulan September.

“Ia tidak pernah membeli nasi uduk, datang sendirian dan tidak ada yang mengenalnya,” tambahnya.

2. Maling Kesasar

Perbuatan pencuri lainnya adalah pencuri yang tersesat, diduga tidak tahu arah saat berusaha kabur setelah mencuri sepeda motor, pencuri sepeda motor di Ciracas, Jakarta Timur.

Pelaku akhirnya membuang sepeda motor hasil curiannya di gang yang tidak memiliki jalan keluar.

Peristiwa pencurian yang terekam oleh kamera CCTV terjadi di Jalan Bungur 9, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

Di dalam rekaman tersebut terlihat seorang laki-laki melakukan pencurian terhadap sepeda motor milik korban yang sedang terparkir di depan rumah.

Laki-laki tersebut awalnya berjalan mundur dan maju di depan rumah korban seolah-olah bingung atau mencari alamat.

Saat kondisi aman, pelaku mendekati sepeda motor Yamaha Mio milik korban dan langsung membobol kunci aksesoris.

Hanya dalam hitungan detik, pelaku berhasil mengambil alih sepeda motor milik korban.

Menantu korban bernama Sahadah menerangkan, setelah pelaku berhasil membobol kunci kontak, langsung pergi ke gang di belakang rumah mertuanya.

“Mungkin pelaku tidak tahu jalan karena yang dia masuki adalah jalan buntu,” katanya dilansir dari Wartakota, Jumat (10/10/2025).

Sahadah melanjutkan, pada saat itu mertuanya ingin shalat Maghrib dan menutup toko.

Motor masih terlihat terparkir di depan rumahnya.

Setelah selesai shalat, selanjutnya, suami mertuanya kaget karena motornya sudah hilang dari depan rumah.

Suami itu kemudian memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui arah pelaku yang membawa sepeda motor orangtuanya ke samping gang.

“Setelah ditelusuri, sepeda motor bapak itu ditinggalkan begitu saja oleh pelaku. Mungkin jika kembali lagi takut ketahuan,” jelasnya.

Sahadah mengakui, orangtuanya tidak melaporkan tindakan percobaan pencurian sepeda motor di tempat tersebut karena masih bisa ditemukan.

Namun, sekitar pukul 04.30 WIB, di Jalan Bungur 1, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, pelaku yang sedang rencanakan pencurian ditangkap oleh masyarakat setempat.

“Yang melakukan kejadian sama saat mencuri motor bapak. Jadi sekarang bapak masih di Polsek Ciracas,” katanya.

Menurutnya, para pelaku yang bertindak di lingkungannya jika tidak mengenal medan akan menghadapi jalan buntu.

“Jika tidak tahu jalan pasti akan tersesat, oleh karena itu sepeda motor bapak saya ditinggalkan,” katanya

Berita Terkait

Baca berita Lintaskriminal.co.id – lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks Berita