
halopadang.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kematian seorang siswa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diduga telah mengonsumsi MBG.
“Diduga, biarkan hal itu diteliti oleh aparat penyidik dan kemudian diperiksa melalui hasil forensik,” katanya singkat saat diminta konfirmasi.
Sementara Polres Cimahi sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa setelah mengonsumsi menu makanan MBG di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, KBB. Beberapa saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan korban yang saat ini sedang dianalisis oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda).
Penyelidikan dilakukan secara bersama oleh Polsek Sindangkerta, Polsek Cililin, serta melibatkan Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Jawa Barat.
“Beberapa contoh telah dikirim ke laboratorium, tinggal kita menunggu hasilnya agar dapat memastikan apakah bisa mendukung tindakan penyelidikan lebih lanjut,” kata Niko.
Sementara menunggu hasil laboratorium, Niko menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa beberapa saksi, mulai dari perangkat desa, pihak sekolah, petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga beberapa siswa yang menjadi korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menemukan tiga lokasi yang menjadi sumber penyebaran kasus, yaitu di kawasan Cipongkor dan Cihampelas.
Telah ada belasan saksi dari masing-masing lokasi yang telah kami mintai keterangannya. Pemeriksaan akan terus berlangsung,” katanya.
Sampai saat ini, kondisi siswa yang pernah mengalami gejala keracunan dilaporkan telah membaik. Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, jumlah korban mencapai 1.315 siswa.
“Alhamdulillah, dari 1.315 siswa yang dilaporkan, semua kini telah mulai pulih,” kata Niko.
Tunggu Penjelasan Dinas Kesehatan KBB dan RSUD Cililin
Mengenai berita kematian seorang siswi SMKN 1 Cihampelas yang diduga akibat keracunan MBG, Niko menyatakan pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari Dinkes KBB dan RSUD Cililin.
“Mengacu pada keterangan dari pihak sekolah, nama tersebut tidak terdaftar dalam daftar korban. Meskipun demikian, hal ini tetap kami selidiki bersama Dinkes dan pihak rumah sakit,” katanya.
Selanjutnya, Polres Cimahi juga menyediakan layanan pengaduan bagi keluarga korban maupun masyarakat yang ingin melaporkan dugaan kelalaian atau tindak pidana terkait kejadian tersebut.
“Jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur tindak pidana, tentu akan kami lanjutkan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Niko.
