Lintaskriminal.co.id -, PAPUA TENGAH –Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga di bawah pimpinan Aibon Kogoya melakukan serangan dengan melepaskan tembakan terhadap rombongan Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare saat melintasi Kabupaten Nabire.
Kelompok KKB merupakan istilah yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengacu pada kelompok bersenjata yang berupaya memisahkan diri dari Papua. Kelompok ini sebelumnya merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menuntut kemerdekaan Papua dari Indonesia.
KKB berupaya memperjuangkan pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa kelompok menginginkan otonomi yang lebih besar dalam pemerintahan daerah. Papua kaya akan sumber daya alam seperti tambang dan hasil pertanian, yang menjadi akar dari perselisihan.
Mereka meminta pengakuan terhadap budaya dan hak-hak masyarakat adat Papua. Terdapat tuntutan mengenai penyelesaian pelanggaran HAM yang telah terjadi sebelumnya.
Dampak dari keberadaan KKB menyebabkan banyak warga sipil, anggota TNI/Polri, serta pegawai sipil menjadi korban. Serangan terhadap bangunan umum dan sistem transportasi.
Kegiatan KKB memicu ketidakstabilan di beberapa daerah Papua. Penduduk setempat mengalami rasa takut dan tekanan psikologis akibat perkelahian. Proyek pembangunan sering terhambat karena ancaman keamanan.
Baru-baru ini, Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare menjadi korban ancaman saat melintasi Kabupaten Nabire.
Pelaku adalah Aibon Kogoya, yang merupakan pemimpin salah satu kelompok kriminal bersenjata di Papua yang terlibat dalam berbagai tindakan penembakan terhadap penduduk sipil dan petugas keamanan.
Aibon Kagoya terlibat dalam rangkaian kejadian penembakan, termasuk menyerang warga biasa dan petugas polisi.
Kepala Polisi Resor Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (17/10/2025).
Awalnya, pihak Polres Nabire sedang melakukan evakuasi terhadap lima warga sipil yang diduga menjadi korban tembakan oleh anggota KKB di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Barat, salah satunya meninggal dunia.
“Kemudian diikuti oleh kedatangan Bapak Kapolda Papua Tengah beserta dengan Pak Dirintel, Dirkrimum, dan Dansatbrimob, serta Pak Dandim Nabire,” ujar Samuel dalam pernyataannya, Minggu (19/10/2025).
Kemudian, kata Samuel, setelah Kapolda Papua Tengah memberikan petunjuk kepada personel. Rombongan kembali menuju Kabupaten Nabire untuk memeriksa lokasi kejadian penembakan terhadap warga sipil tersebut.
“Pada KM 17-18, namun saat perjalanan kami kembali, rombongan kami dihentikan, di mana dalam rombongan kami sendiri terdapat Kapolres Nabire, kemudian Bapak Kapolda serta beberapa PJU yang telah disebutkan, termasuk Pak Dandim 17 Nabire,” katanya.
Pada saat itu, tembakan yang dilakukan oleh anggota KKB mengenai bagian belakang mobil, sehingga menyebabkan beberapa anggota polisi terluka.
“Ketika terkena dorongan itu, tepat mengenai bagian belakang mobil. Sehingga menyebabkan luka tambahan, dari personel Polres Nabire sekitar 4 orang. Satu Kasat Narkoba terluka akibat serpihan di sisi kepala,” katanya.
“Dan dua orang terkena pecahan peluru, serta dua lainnya mengalami luka tembak dengan proyektil yang tertinggal di bahu sebelah kiri,” tambahnya.
Namun, Samuel menyebutkan bahwa keempat anggota personel saat ini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Nabire.
Termasuk pula warga sipil yang mengalami luka tembak akibat peristiwa sebelumnya.
“Kemudian kami kembali, bersama pak Kapolda untuk menengok rekan yang empat orang tersebut. Empat orang itu mengalami luka tembak dari pecahan peluru, dan sudah mendapatkan tindakan medis. Sementara masyarakat yang terluka kemarin telah mendapatkan perawatan di RS Nabire,” katanya.
Selanjutnya, Samuel menyampaikan bahwa korban yang meninggal telah dikebumikan.
“Kami telah mengunjungi rumah duka, tadi malam kami mengawal menggunakan kendaraan hingga rumah duka sekitar pukul 9-10, kemudian tadi siang kami juga melakukan kunjungan ke rumah duka. Kami juga telah memberikan bantuan sembako dan membantu mengantar hingga ke pemakaman,” katanya.
Sementara itu, mengenai kondisi saat ini, Samuel menyebutkan bahwa pihaknya telah memperkuat pos-pos pengawasan berdasarkan arahan Kapolda dengan menambahkan personel dari Brimob.
