Geger Bocah 11 Tahun Tewas di Bak Mandi Masjid, Darah Mengalir Saat Dimandikan

by -63 Views

Ringkasan Berita:

  • Anak laki-laki berusia 11 tahun dengan inisial MR ditemukan meninggal di kamar kecil masjid di Majalengka, Jawa Barat, pada Sabtu (19/10/2025) sore.
  • Yang pertama kali menemukan jenazah MR adalah tukang baso.
  • Warga mencurigai korban mengalami kekerasan setelah muncul dari belakang kepala

Lintaskriminal.co.id –MR, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun ditemukan meninggal di kamar mandi masjid di Majalengka, Jawa Barat, pada hari Sabtu (19/10/2025) sore.

Korban ditemukan berada di dalam bak mandi oleh tukang baso yang ingin menggunakan kamar mandi.

Ketika ditemukan, jasad korban tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas mengarah pada kematian yang tidak wajar.

Oleh karena itu, masyarakat tidak langsung melaporkan penemuan jenazah MR.

Penemuan mayat terjadi pada sore hari Sabtu, namun penduduk Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka baru melaporkannya pada pukul 20.00 WIB.

Warga tidak segera dilaporkan ke polisi karena awalnya tidak mencurigai penyebab kematian mereka.

Para warga menunda melaporkan ke polisi karena awalnya anak tersebut dianggap mengalami kecelakaan biasa tanpa adanya tanda-tanda kekerasan.

Warga membawa korban ke Puskesmas Maja dengan menggunakan sepeda motor agar segera mendapatkan pertolongan.

Saat proses memandikan jenazah, darah keluar dari bagian belakang kepala, memicu dugaan adanya kekerasan.

Namun, keterlambatan dalam melaporkan ke pihak berwajib dapat mempersulit proses menentukan penyebab kematian.

Maka muncul berbagai spekulasi dan kekhawatiran mengenai penyebab kematian tersebut.

Kepala Desa Sadasari Kecamatan Argapura, Abdul Miskad, menyampaikan bahwa warga awalnya tidak mencurigai dan mengira korban hanya tergelincir masuk ke dalam bak mandi di area toilet masjid.

“Awalnya dikira jatuh di bak, karena tidak ada reaksi apa-apa. Warga langsung membawa ke Puskesmas Maja pakai motor,” kata Abdul Miskad.

Namun ketika jenazah diberi mandi, keluar darah dari bagian belakang kepala korban.

Dari sana masyarakat mulai meragukan bahwa kematianya tidak wajar.

“Baru saja ingin dibawa ke luar darah dari bagian belakang kepala. Di sana baru curiga, lalu ramai di masyarakat,” jelasnya.

Abdul Miskad menceritakan, setelah mengetahui kejadian tersebut, ia segera berkoordinasi dengan perangkat desa dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Argapura.

“Baiklah, saya melaporkan ke polisi antara pukul tujuh dan delapan malam,” katanya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, lokasi toilet masjid dilengkapi dengan area wudu, serta ruang kamar kecil dan kamar mandi.

Kini kasus ini ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Majalengka. Petugas telah mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan luar di RSUD Majalengka guna memastikan penyebab kematian korban.

Kepala Kepolisian Resor Majalengka, AKBP Willy Andrian, menyampaikan bahwa penemuan jasad anak tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 20.00 WIB.

Setelah menerima laporan, petugas dari Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka bersama dengan Polsek Argapura segera menuju lokasi guna melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami mengumpulkan bukti-bukti, termasuk pakaian korban dan semua rekaman CCTV yang mungkin bisa membantu mengungkap kejadian ini,” katanya.

AKBP Willy menekankan, pihaknya akan berupaya sekuat tenaga agar kasus ini segera terungkap.

“Kami mohon kesabaran, hasil otopsi akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kematian korban. Kami berkomitmen untuk mengungkap kejadian ini secara jelas,” tegasnya.

Sampai berita ini dirilis, petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan lanjutan

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jabar

Lihat berita lainnya di Google News

Ikut serta dan baca berita menarik lainnya di channel WhatsApp Lintaskriminal.co.id –