Hukuman 7 Pemain Ilegal Timnas Malaysia Rusak Banyak Klub, Termasuk Elit Liga Spanyol

by -132 Views

Lintaskriminal.co.id – Hukuman yang diberikan FIFA kepada Timnas Malaysia merugikan banyak klub yang memiliki pemain ilegal sesuai yang tercantum di situs resmi FIFA.

Di halaman resmi FIFA, Konfederasi Sepak Bola Dunia memberikan sanksi kepada FAM karena melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait tindakan pemalsuan dan perubahan dokumen.

Selain FAM, tujuh nama pemain Timnas Malaysia dianggap bersalah dalam pernyataan resmi FIFA.

Berikut adalah tujuh pemain dari Timnas Malaysia, yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, serta Hector Alejandro Hevel Serrano.

FIFA juga menyatakan bahwa dalam proses pengajuan ketujuh pemain tersebut, FAM memakai dokumen yang dipalsukan agar dapat memasukkan pemain naturalisasi itu ke dalam pertandingan.

Tujuh pemain tersebut tampil melawan Vietnam dalam babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 Arab Saudi, pada 10 Juni 2025, dengan memperkuat Malaysia.

Setelah pertandingan tersebut, FIFA menerima laporan mengenai kelayakan bermain Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Setelah melewati proses pemeriksaan, Komite Disiplin FIFA meninjau seluruh bukti dan memberikan hukuman kepada FAM serta tujuh pemain tersebut.

FAM dihukum denda sebesar CHF 350.000, kira-kira setara dengan Rp7,3 miliar.

Selain denda, tujuh pemain naturalisasi ilegal dihukum untuk tidak terlibat dalam dunia sepak bola selama 12 bulan.

Tentu, FAM juga akan kehilangan wajah di hadapan klub-klub yang menjadi tempat para pemain naturalisasi bermain.

Karena itu, beberapa nama pemain Timnas Malaysia bermain untuk klub-klub besar di luar negeri.

Empat pemain asing di Timnas Malaysia, di antaranya bermain di klub luar negeri.

Sementara sisanya bermain untuk klub besar Liga Malaysia, Johor Darul Ta’zim.

Empat klub yang dimaksud ialah Unionistas de Salamanca (Spanyol), Deportivo Alaves (Spanyol), Velez Sarsfield (Argentina), dan America de Cali (Kolombia).

Yang lebih mengecewakan lagi, Facundo Garces adalah bek utama tim Deportivo Alaves di kasta tertinggi Liga Spanyol (La Liga).

Pemain bertahan berusia 25 tahun ini menjadi pilihan utama dalam skuad Deportivo Alaves dan pernah memberikan berbagai hasil positif bagi klub.

Tidak hanya Facundo Garces, kehilangan Imanol Machuca juga berpotensi mengurangi kekuatan Velez Sarsfield.

Ternyata, Imanol menjadi andalan di lini depan klub ternama Liga Argentina itu.

Velez juga memperoleh trofi saat bermain bersama penyerang ilegal tim nasional Malaysia.

Tidak lama yang lalu, mereka berhasil memperoleh trofi Supercopa International 2025 setelah mengalahkan Estudiantes La Plata.

Tentu, dampak dari sanksi tersebut tidak hanya berdampak pada kerugian klub yang memperkuat pemain Timnas Malaysia.

Terdapat kemungkinan bahwa klub-klub tersebut akan mengajukan tuntutan terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia karena ketidakhadiran pemain mereka.

Terlebih lagi, sanksi diberikan saat kompetisi sedang berlangsung dan bursa transfer telah ditutup hingga Januari 2026.