Kasus ART Jepara Meninggal, Polisi Selidiki Kematian

by -57 Views

Ringkasan Berita:

  • Seorang pembantu rumah tangga ditemukan meninggal di rumah majikannya, JR (40), warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, pada hari Sabtu (8/11/2025) pagi.
  • Peristiwa ini tidak hanya menarik perhatian penduduk setempat, tetapi juga menjadi viral di media sosial karena munculnya berbagai dugaan tak terkendali mulai dari pembunuhan hingga masalah utang piutang.
  • Sampai saat ini, polisi telah memanggil empat saksi, termasuk pemilik usaha korban.

Lintaskriminal.co.id -, JEPARA– Penduduk Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Jepara, dikejutkan oleh kematian seorang tenaga kerja rumah tangga (TKRT) di rumah majikannya, Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Jepara.

Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial karena munculnya berbagai spekulasi tak terkendali mulai dari dugaan pembunuhan hingga masalah hutang piutang.

ART itu dikenal dengan nama Khoiriyah (54), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Jepara.

Ia ditemukan dalam keadaan meninggal di rumah majikannya, JR (40), pada hari Sabtu (8/11/2025) pagi.

Menurut Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela, hingga saat ini pihak kepolisian telah memanggil empat saksi, termasuk pemilik korban.

“Benar, korban ditemukan meninggal di rumah majikannya. Namun, keluarga belum melaporkan ke kami,” ujar AKP Wildan kepada Tribunjateng, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB, korban terlihat sedang berjalan menuju kamar mandi.

Kemudian, ia kembali ke kamarnya dan diperkirakan melaksanakan salat Subuh.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, anak majikan yang tidur bersama korban menemukan ART dalam posisi duduk dengan punggung bersandar di depan lemari, wajahnya tertutup rambut dan tampak pucat.

Saksi kemudian memanggil JR, tetapi ketika diperiksa, Khoiriyah telah meninggal dunia.

Warga selanjutnya mengajukan laporan kepada ketua RT setempat.

“Korban diketahui telah bekerja sekitar dua minggu di rumah JR. Ia biasanya tidur bersama anak-anak majikannya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dr. Haris Taqwa dari Puskesmas Batealit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hanya terdapat luka memar di wajahnya, dan diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan,” katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, Khoiriyah dikenal hidup sendirian dan pernah mengalami depresi akibat kendala finansial.

Akhirnya, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai kecelakaan, dan jenazah dikebumikan di kampung halamannya, Desa Kerso.

Meskipun keluarga tidak membuat laporan, Polres Jepara tetap melakukan penyelidikan guna menghilangkan berbagai asumsi tidak jelas yang muncul di kalangan publik.

Polisi bahkan berencana melakukan penggalian kembali makam untuk memastikan penyebab pasti kematian Khoiriyah.

“Kami akan menerapkan metode Investigasi Kriminal Ilmiah dengan melibatkan tim identifikasi, Bidlabfor, dan Biddokkes Polda Jateng. Ini merupakan perhatian khusus bagi kami,” katanya.

Perkara ini kini menjadi perhatian masyarakat Jepara.

Banyak orang berharap polisi dapat mengungkap secara jelas apakah kematian asisten rumah tangga tersebut murni disebabkan oleh penyakit, atau ada faktor lain yang tersembunyi. (Ito)