Kisah Nando: 5 Hari Selamat di Lubang Usai Penyerangan KKB di Yahukimo

by -137 Views

Lintaskriminal.co.id -, YAHUKIMO– Yohanes Bouk atau Nando (22), seorang penambang emas yang selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Nando berhasil melarikan diri ketika anggota KKB menyerang rekan-rekannya sesama pekerja tambang.

Pada serangan tersebut, 7 orang meninggal dunia.

Beberapa penambang lainnya berhasil selamat, termasuk salah satunya bernama Nando.

Nando akhirnya ditemukan oleh Satgas Damai Cartenz saat bersembunyi, Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 22.30 WIT.

Pada saat itu, Nanda bersembunyi di dalam gua selama 5 hari.

   

Ia mengakui tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama bersembunyi.

Nando ditemukan dalam kondisi terkena malaria campuran.

Ia selanjutnya dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Total 7 Korban Tewas

Selain mengungsikan Nando, pihak berwenang juga berhasil membawa pulang tiga jenazah pekerja tambang yaitu Marselino Lumare (32) asal Sanger yang tinggal di Dekai, Yahukimo; Yunus Agama (29), pekerja tambang asal Maluku yang berdomisili di Dekai, Yahukimo; serta Roberto Agama (37), pekerja tambang asal Sanger yang tinggal di Dekai, Yahukimo.

Seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai pada pukul 02.30 Waktu Indonesia Timur (WIT) Kamis (2/10/2025) untuk pengelolaan medis yang lebih lanjut.

Tim gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah tambahan yang sebelumnya dilaporkan meninggal di Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala.

Mereka adalah Andika Pratama, seorang pekerja tambang dari Sanger yang tinggal di Jalan Paradiso, Dekai, serta Fikram Amiman, pekerja tambang asal Sanger yang berdomisili di Jalan Paradiso, Dekai.

Minggu lalu, Jumat (26/9/2025), Tim Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil membawa pulang dua korban yang gugur, yaitu Desen Dominggus dan Marselinus Manek.

Dengan penambahan evakuasi tersebut, jumlah korban yang berhasil dievakuasi oleh Satgas Ops Damai Cartenz hingga kini mencapai 7 orang meninggal dunia (MD) dan 5 orang selamat.

Daftar korban Meninggal Dunia:

  1. Desen Dominggus
  2. Marselinus Manek
  3. Roberto Agama alias Obet
  4. Yunus
  5. Marselino
  6. Andika Pratama
  7. Fikram Amiman

Daftar korban selamat:

  1. Bakri Laode.
  2. Febri alias Basir.
  3. Tarik Baruba alias Taslim.
  4. Berti Oliver Dias.
  5. Yohanes Bouk alias Nando.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan belasungkawa yang mendalam terkait kejadian tersebut.

Ia memastikan aparat akan menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

“Peristiwa ini memperkuat komitmen kami untuk segera mengambil tindakan tegas dan proporsional. Kami tidak akan berdiam diri dan akan menangkap pelaku,” tegas Brigjen Pol Faizal.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga menegaskan bahwa pasukan gabungan TNI-Polri akan terus memperkuat pengawasan di wilayah Yahukimo untuk menghindari kejadian serupa.

“Kami akan memastikan warga tetap merasa aman dan dilindungi. Keberadaan petugas di lapangan bertujuan untuk menjaga stabilitas serta ketenangan masyarakat,” katanya.

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengajak seluruh warga di wilayah Yahukimo dan sekitarnya untuk segera memberitahukan kepada aparat keamanan jika mengetahui adanya tindakan mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.

Petugas keamanan akan terus berupaya memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap stabil guna menciptakan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kronologis Kejadian

Serangan yang terjadi di Distrik Seradala berlangsung mulai malam hari Minggu (20/9/2025) hingga pagi Senin (21/9/2025).

Serangan terjadi di Desa Bingki dan Kampoeng Kali Kulum, Kecamatan Seradala.

Mayoritas korban merupakan para pekerja tambang yang menjadi sasaran serangan dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Berdasarkan keterangan saksi, pada hari Minggu (21/9/2025) pukul 19.00 WIT, dua pekerja tambang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan akibat luka yang diduga berasal dari kekerasan di Jalan Poros Kampung Bingki.

Beberapa penambang lain berusaha melarikan diri ke Dekai, tetapi terganggu oleh cuaca yang buruk.

Esok harinya, Senin (22/9/2025) pukul 08.00 WIT, KKB kembali melakukan serangan terhadap Camp Kali Kulum.

Kelompok KKB memanfaatkan panah dan senjata api yang menyebabkan kepanikan di kalangan para penambang emas.

Tiga orang kembali menjadi korban, sehingga jumlah korban jiwa sementara mencapai lima orang.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengonfirmasi adanya laporan tambahan tiga korban yang berasal dari lokasi kejadian.

Namun pihak terkait masih belum mampu memastikan identitas serta jumlah total korban.

Kami menerima laporan bahwa terdapat tiga jenazah tambahan yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata tersebut.

“Namun hingga saat ini tim masih belum mampu tiba di lokasi kejadian setelah sempat terjadi tembak-menembak,” ujar Faizal dalam pernyataan resmi yang diterima.Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (24/9/2025).

Sumber: Tribunpapuatengah.com 

Artikel ini sudah tayang diTribunpapuatengah.com dengan judul Tim Gabungan Evakuasi Pencari Emas Selamat serta Jenazah Korban Pembunuhan KKB di Yahukimo

Artikel ini sudah diterbitkan diTribunpapuatengah.com dengan judul2 Jenazah Korban Pembunuhan oleh KKB di Yahukimo Dievakuasi oleh Satgas Operasi Damai Cartenz