Madura Paling Dikenal: Kecelakaan Maut di Bangkalan dan Kasus Campak di Sumenep

by -184 Views

Lintaskriminal.co.id -, MADURA– Berikut ini adalah rangkuman berita Madura yang paling diminati, Rabu (20/8/2025).

 

Dari kecelakaan mematikan di Bagkalan, hingga kasus campak di Sumenep.

 

1. Kecelakaan Maut di Bangkalan, Pengendara Motor Tewas, Ambulans Terjebak di Sawah

 

Tiga kendaraan bermotor mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalur utama Madura, Jalan Raya Desa Benangkah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada hari Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Lalu lintas sempat mengalami kemacetan saat sejumlah pengendara beserta petugas Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Bangkalan melakukan evakuasi terhadap sepeda motor Honda Supra, mobil Mobilio, dan ambulans yang membawa pasien.

Pengendara sepeda motor Honda Supra meninggal dunia di tempat kejadian, dengan inisial KS (39), warga Desa Penjalinan, Kecamatan Blega.

Kecepatan motor dengan plat nomor W 6537 SP yang dikemudikan korban dari arah Barat tiba-tiba melenceng ke jalur sebaliknya.

Dari arah sebaliknya, muncul mobil ambulans dengan plat nomor M 8413 GP yang dikemudikan oleh MHJ (32), penduduk Desa/Kecamatan Blega.

Diikuti oleh kendaraan Honda Mobilio dengan plat nomor M 1319 HR yang dikemudikan SA (30), penduduk Desa Karang Panasan, Kecamatan Blega.

Data yang dikumpulkan Tribun Madura, kendaraan ambulans tersebut berangkat dari Puskesmas Kecamatan Blega untuk mengantar seorang pasien perempuan ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Pasien kemudian dibawa dengan mobil ambulans lain untuk melanjutkan perjalanan, sementara mobil ambulans tersebut terjebak di persawahan.

Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP I Gusti Bagus Krisna menyampaikan, kendaraan ambulans yang diikuti oleh Honda Mobilio bergerak dari arah Timur.

Saat tiba di tempat kejadian, tiba-tiba dari arah Barat muncul sepeda motor yang melaju dengan goyah dan memasuki jalur yang berlawanan.

Pengendara sepeda motor diduga meninggal di tempat kejadian. Terdapat barang bawaan berupa karung di bawah setir motor, informasi awal menyebutkan bahwa pengendara baru saja membeli sandal.

“Mungkin itulah penyebab motor melaju tidak stabil, tetapi kami masih terus melakukan penyelidikan,” kata Krisna.

  

2. Kasus campak di Kota Keris mencapai 1.548, Dinkes mengingatkan tentang penyebaran yang cepat

 

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep melaporkan adanya laporan kasus campak di Kota Keris.

Mulai dari bulan Januari hingga awal minggu pertama Agustus 2025, tercatat sebanyak 1.548 kasus campak yang dikumpulkan dari 30 puskesmas dan empat rumah sakit rujukan di kawasan daratan maupun kepulauan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan dari jumlah tersebut, empat anak dilaporkan meninggal dunia.

Karena sebagian besar penderita kasus campak adalah anak-anak yang masih berusia balita.

Situasi ini semakin memicu kekhawatiran, mengingat kelompok usia tersebut termasuk yang paling rentan.

“Jumlahnya mencapai 1.548 pada minggu pertama bulan Agustus ini, sesuai dengan SKDR (sistem kewaspadaan dini dan respons),” ujar Achmad Syamsuri pada Selasa (19/8/2025).

Virus campak berikutnya, sangat menular, baik melalui udara maupun hubungan langsung.

Kanker tambahannya, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus dengan gejala demam, sakit tenggorokan, dan munculnya ruam di seluruh tubuh.

Infeksi measles dimulai dari saluran pernapasan dan menyebar melalui tetesan air liur.

Karena penyebarannya sangat cepat, baik melalui sentuhan langsung maupun kontak langsung bisa menyebabkan infeksi.

“Dengan mengganti pakaian, handuk, dan sabun juga dapat menyebabkan penularan,” katanya.

Bagaimana cara mengurangi jumlah kasus campak, Dinas P2KB Sumenep terus memperkuat program imunisasi agar cakupan vaksinasi semakin bertambah.

Achmad Syamsuri menekankan, pentingnya kesadaran para orang tua dalam melindungi anak-anak mereka dengan vaksinasi.

Dengan penyebaran yang cepat dan sebagian besar menyerang anak kecil, pihaknya menekankan bahwa campak bukanlah penyakit biasa.

Oleh karena itu, dukungan masyarakat melalui perhatian terhadap vaksinasi sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terus meningkat di kawasan Sumenep.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang anak-anaknya belum mendapatkan vaksin agar segera melakukan imunisasi ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Bisa ke puskesmas atau ke posyandu,” ujarnya.

 

3. Cerita Chamdan, Pendaki yang Hilang Dua Hari di Gunung Buthak Ditemukan dalam Keadaan Sehat

 

Sial beruntung masih dialami oleh Chamdan Salman Alfarisi (21) seorang pendaki yang berasal dari Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Karena ia sebelumnya sempat hilang dan terpisah dari rombongannya saat mendaki Gunung Buthak melalui jalur Panderman pada hari Minggu (17/8/2025), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan pada hari Selasa (19/8/2025).

Maka, survivor ini mendaki bersama dua temannya. Ketiganya melakukan pendakian pada tanggal 16-17 Agustus 2025.

Kemudian para korban selamat bersama rombongan membangun tenda pada tanggal 16 Agustus pukul 13.30 di Sabana pertama dekat dengan tempat peristirahatan pertama.

“Kemudian pada pukul 19.00 WIB malam, survivor meminta izin kepada rombongannya untuk buang air kecil lalu kembali ke tenda dan tidur,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Yoni Fariza, Selasa (19/8/2025).

Kemudian Yoni melanjutkan seperti yang diceritakan oleh rekan pendaki, setelah buang air kecil dan kembali ke tenda untuk tidur sekitar pukul 20.10 WIB, Chamdan terbangun dan keluar dari tenda, lalu duduk di depan tenda seolah-olah lupa atau mengalami hipotermia.

Survivor berbicara dengan rombongannya dan mengatakan ‘saya sudah berjanji akan mendaki ke gunung lain bersama teman saya dan pada pukul 20.15 WIB survivor menghilang tanpa kabar.

“Lalu rombongan berusaha mencari di sekitar tenda dan menuju Paseban Agung, tetapi tidak ditemukan,” katanya.

Menemukan temannya tidak kembali ke tenda, dua rekannya turun ke loket pada hari Minggu (17/8/2025) pukul 18.00 untuk melaporkan hal tersebut.

Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian dengan membersihkan seluruh area Gunung Buthak dan menutup jalur pendakian Gunung Buthak, serta mengoperasikan drone.

Akhirnya, pendaki ditemukan pada hari Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 12.49 WIB, berjarak sekitar 1,1 kilometer dari Padang Sabana ke lokasi penemuan di jalur yang menuju Desa Perinci dalam kondisi aman.

Meskipun ditemukan dalam kondisi selamat, tim SAR menghadapi tantangan dalam mengevakuasi korban, karena korban dalam keadaan lemah sehingga harus dibawa turun dengan menggunakan sarung dan kayu sebagai alat bantu.

“Telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke RSUD Hasta Brata Kota Batu,” katanya.

  

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Google News Lintaskriminal.co.id –