LintasKriminal, Saumlaki – Sejumlah warga Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyampaikan harapan agar seluruh proses yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah dan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
Aspirasi tersebut muncul di tengah berkembangnya berbagai pandangan dan persepsi masyarakat mengenai proses pengelolaan lahan serta keterlibatan sejumlah pihak dalam agenda pembangunan yang sedang berlangsung.
Sebagian warga menilai bahwa komunikasi yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat telah memunculkan beragam pertanyaan yang pada akhirnya memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap proses yang sedang berjalan.
“Kami berharap semua informasi disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan keterbukaan, berbagai spekulasi yang berkembang dapat diminimalisir dan masyarakat bisa memahami proses yang sedang berlangsung secara utuh,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
MASYARAKAT MENGINGINKAN KEPASTIAN DAN KEADILAN
Bagi masyarakat Lermatang, kehadiran PSN Blok Masela merupakan peluang besar bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat namun, mereka juga berharap setiap kebijakan dan keputusan yang diambil tetap memperhatikan prinsip keadilan, kepastian hukum, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat yang terdampak.
Sejumlah warga mengaku masih memiliki pertanyaan terkait mekanisme pengelolaan lahan, proses pendataan, serta berbagai tahapan yang berkaitan dengan proyek tersebut. Karena itu, masyarakat meminta adanya ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pihak terkait agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.
KETERLIBATAN TNI DAN POLRI DINILAI DAPAT MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PUBLIK
Dalam berbagai diskusi yang berkembang di masyarakat, muncul harapan agar TNI dan Polri turut hadir dalam fungsi pengamanan dan pengawasan proses sosial yang berlangsung di lapangan.
Menurut warga, kehadiran Aparat Negara dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa seluruh proses berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap TNI dan Polri hadir sebagai bagian dari Negara yang memastikan semua berjalan dengan baik, aman, dan terbuka bagi masyarakat,” kata seorang warga.
Masyarakat Desa Lermatang menegaskan bahwa oermintaan tersebut bukan karena adanya konflik terbuka, melainkan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari potensi kesalahpahaman di kemudian hari.
DIALOG MENJADI KUNCI PENYELESAIAN
Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa komunikasi yang terbuka dan partisipatif merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah pelaksanaan proyek berskala nasional.
Mereka berharap Pemerintah Daerah, pelaku usaha, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dapat membangun ruang dialog yang sehat dan berkelanjutan sehingga setiap aspirasi dapat didengar dan dipertimbangkan secara proporsional karena pembangunan dan investasi penting untuk kemajuan daerah. Namun kepercayaan masyarakat juga harus dijaga. Ketika transparansi dan dialog berjalan baik, maka masyarakat akan merasa menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat Desa Lermatang berharap seluruh pihak dapat mengedepankan prinsip keterbukaan, keadilan, dan penghormatan terhadap hukum sehingga pelaksanaan PSN Blok Masela dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tetap menjaga harmoni sosial di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
(Beta Tanimbar)
