Motif Bos Properti di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN Terungkap

by -147 Views

Lintaskriminal.co.id -, Jakarta –Motif Dwi Hartono atau DH, yang mengatur pembunuhan kepala cabang pembantu (kacab) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), terungkap dari mantan karyawan.

DH yang juga kepala properti tersebut, menjadi salah satu dari 4 tersangka pelaku intelektual pembunuhan bos bank BUMN.

Pernah seorang mantan karyawan mengungkapkan pernyataannya melalui media sosial. Menurut mantan pegawai DH, kasus pembunuhan Ilham Pradipta diduga terkait dengan kredit palsu.

Mohamad Ilham Pradipta, pimpinan bank BUMN, diculik oleh sekelompok orang di area parkir supermarket di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada hari Rabu (20/8/2025).

Tidak sampai 24 jam setelah diculik, berita buruk datang dari Ilham. Pria berusia 38 tahun itu ditemukan meninggal di area persawahan wilayah Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (21/8/2025). Jenazah Ilham ditemukan oleh warga sekitar pukul 05.30 WIB.

Desa Nagasari terletak di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kecamatan Serang Baru merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi, dan Desa Nagasari adalah salah satu dari delapan desa yang berada di wilayah kecamatan tersebut.

Dikutip Lintaskriminal.co.id – dari TribunnewsBogor.com, DH, YJ, dan AA ditangkap pada tanggal 23 Agustus 2025 pukul 20.15 WIB, di kawasan Solo, Jawa Tengah.

Dwi Hartono, yang lebih dikenal dengan nama Klan Hartono, adalah seorang pengusaha. Ia memiliki akun Instagram dengan nama Klan Hartono, serta akun di TikTok dan Youtube juga.

Di setiap bio-nya, Hartono menyebutkan profesinya sebagai pengusaha properti, perkebunan, perdagangan, pendidikan, e-commerce, fesyen, dan perawatan kulit, seperti dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Mengutip berbagai sumber, Dwi Hartono lahir pada 6 Oktober 1985 di Lahat, Sumatera Selatan. Ia telah memasuki dunia bisnis sejak masih menempuh pendidikan perguruan tinggi. Hartono memulai kariernya dengan membuka warung internet (warnet), tempat rental game online, Play Station, kafe, hingga warung tegal (warteg). Ia juga merupakan pendiri dan pemilik dari Guruku.com.

Dwi Hartono dikenal sebagai seorang pelatih motivasi.

Tidak hanya itu, Dwi Hartono juga dikenal sebagai seorang pelatih motivasi. Hal ini terlihat dari channel YouTube miliknya, Klan Hartono. Pada beberapa video yang diunggah, terdapat berbagai tips dan trik, termasuk untuk pengembangan bisnis dan hal-hal lainnya.

Pada pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, Hartono ternyata memiliki banyak perangkat telepon genggam.

Di mana, di mana HP-nya. HP yang mana? Segera kamu jangan menunda-nunda,kata polisi diambil dari video Youtube Jacklyn Choppers.

“Iya bang, iya bang,” jawab pelaku.

Menunggu sebentar, saya ambil dulu. HP-nya lebih dari 20, sangat banyak,katanya.

“Handphonenya berapa ?” tanya Jacklyn Chopper.

“Banyak, 20 lebih,” jawab polisi.

Diduga Kredit Fiktif

Menurut akun TikTok obat nyamuk, ia pernah bekerja dengan salah satu tersangka, yaitu DH. Pria tersebut disebut pernah mengisi sebuah seminar. Akun tersebut menduga bahwa motif penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta terkait dengan kredit palsu.

“Kredit fiktif si dugaannya,” tulis dia.

Ia juga mengungkapkan wajah DH saat ia masih bekerja bersamanya. Menurutnya, DH adalah orang yang baik dan sering memberikan beasiswa. Sebagai mantan karyawan, ia mengaku terkejut dengan berita tersebut.

Tidak, bu, orangnya sangat baik, sering memberikan beasiswa juga, jadinya makanannya sedikit kaget mendengar kabarnya, tulis dia lagi.

Seorang tersangka mengakui sempat merasa bingung setelah melakukan eksekusi terhadap Ilham Pradipta.

Kemana kamu membawa korban itu? tanya penyidik.

“Ke Bekasi, Pak,” jawab seorang tersangka.

Kemudian pihak penyidik kembali menanyakan di mana tersangka membuang jenazah korban.

“Kau lepas ke mana?” tanya penyidik lagi.

Karena saya bingung, saya kembalikan ke tempat terakhir, Pak,jawab tersangka lagi.

Kepada penyidik, tersangka mengakui telah membuang jenazah korban dalam keadaan terikat.

Diikat, Tuan. Tangan, kaki, Tuan. Mata tertutup,ujarnya.

Berita selanjutnya Rahasia Arya Daru Terungkap oleh Ayahnya, Pernah Merasa Frustasi Setelah Kembali dari Kanada