Peran Ayah Briptu Rizka dalam Pembunuhan Menantu, Bantu Anak Lakukan Ini

by -98 Views

Lintaskriminal.co.id –Mengungkap peran H Saiun, ayah Briptu Rizka, dalam kasus pembunuhan Brigadir Eko yang ternyata adalah menantunya sendiri.

Tidak pernah terbayang oleh sekeluarga bahwa mereka menjadi pelaku pembunuhan terhadap suami dan menantu sendiri.

Briptu Rizka berencana membunuh suaminya Esco dengan cara yang licik.

Demi menutupi kedoknya tersebut Briptu Rizka sampai melibatkan orang tua dan adiknya sendiri. 

Kini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Briptu Rizka, Polres Lombok Barat bahkan mengungkap pelaku lain dalam kasus ini.

Terdapat juga Brigadir Esco yang sebelum ditemukan meninggal dunia, diduga menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.

Keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan ini adalah Amaq Saiun, ayah Briptu Rizka Sintiyani.

Kecurigaan awal, Briptu Rizka tidak bekerja sendiri membunuh suaminya terbongkar.

Briptu Rizka dibantu oleh ayahnya, Amaq Saiun. 

Meskipun Amaq Saiun adalah mertua dari Brigadir Esco.

Ia berani mengakhiri kehidupan menantunya sendiri.

Kepolisian menyampaikan bahwa Amaq Saiun terlibat dalam menyembunyikan jenazah Brigadir Esco di area halaman rumah.

Saiun berusia 50 tahun adalah penduduk Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kakak Lelaki Briptu Rizka Juga Terlibat

Selain Saiun, ibu Briptu Rizka Nuraini serta saudara laki-lakinya Dani juga terlibat.

Akibat tindakannya tersebut, Amaq Saiun bersama istri Nuraini serta anak lelaki Dani diancam dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman mati atau paling lama 15 tahun penjara.

Diketahui sosok Amaq Saiun menjadi perhatian karena pernah bertindak tidak mengetahui terkait kasus pembunuhan menantu Brigadir Esco.

Karena dia adalah orang pertama yang menemukan jenazah Brigadir Esco tergeletak di halaman rumahnya di Desa Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 24 Agustus 2025 lalu.

Saiun mengakui menemukan jasad menantunya ketika sedang mencari ayam peliharaannya yang hilang.

Saat ditemukan, jenazah Brigadir Esco dalam keadaan leher terikat tali, wajah rusak, tubuh membengkak, dan dikelilingi lalat.

“Saya awalnya mencari ayam, ayam ini hilang selama satu hari. Saat saya mencari ayam tersebut dan melihat tali dari kejauhan, saya merasa penasaran dan menduga mungkin ada bangkai. Tiba-tiba bau amis semakin dekat, dan akhirnya saya menemukan (Brigadir Esco),” katanya.

Kemudian, Saiun menginformasikan temuannya kepada kepala dusun dan akhirnya disampaikan ke Polsek Lembar.

“Ketika saya tahu, saya langsung menghubungi pak kepala dusun, kemudian diteruskan ke polisi,” katanya.

Bahkan, Saiun pernah meyakini bahwa menantunya itu meninggal karena bunuh diri.

Selain itu, ia pernah mengungkapkan bahwa Brigadir Esco dan Briptu Rizka tidak mengalami masalah dalam hubungan perkawinan mereka.

“Korban ini baik, tidak memiliki musuh di sini, apalagi dengan istrinya, saya tidak pernah melihatnya berkelahi, jadi kami dalam keluarga ini tidak percaya kalau dia meninggal karena bunuh diri,” kata Saihun.

Motif Pembunuhan Diduga Akibat Perselisihan

Wakapolres Lombok Barat, Kompol I Kadek Metria menyampaikan bahwa kronologi pembunuhan bermula saat Brigadir Esco sedang berkelahi dengan Bripka Rizka pada 19 Agustus 2025.

Berdasarkan hasil penyelidikan, mereka terlibat perkelahian diduga akibat masalah finansial.

“Diduga dipicu oleh perselisihan yang berawal dari masalah ekonomi antara pelaku dan korban,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (16/10/2025).

Metria menyebutkan bahwa saat terjadi percekcokan, Bripka Rizka kemudian melakukan pukulan ke arah belakang kepala Brigadir Esco.

“Berakhir dengan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami cedera parah dan meninggal,” katanya.

Selain cedera yang disebabkan oleh benda tumpul, Brigadir Esco juga mengalami luka akibat benda tajam.

Korban diduga ditusuk oleh tersangka dengan menggunakan gunting yang kini telah diamankan oleh penyidik.

Namun, barang bukti berupa benda tumpul yang digunakan Briptu Rizka untuk memukul Brigadir Esco hingga saat ini masih belum ditemukan.

“Satu telah kami amankan, senjata tajam dan satu lainnya masih dalam pencarian kami,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

Setelah Brigadir Esco meninggal, jenazahnya dibuang ke taman yang terletak di belakang rumah. Kemudian, leher korban dikait dengan seutas tali nilon agar tampak seperti bunuh diri.

Hal ini tidak dilakukan oleh Briptu Riska sendirian, melainkan dibantu oleh anggota keluarganya, termasuk teman dekatnya.

“Turut serta dalam tindak pidana dan secara sengaja membantu RS, serta secara sengaja menyembunyikan seseorang yang telah melakukan tindak pidana,” jelasnya.

Penjelasan Kapolres

Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti senjata tajam dan benda tumpul yang diduga digunakan untuk melukai Esco, saat Rizka terlibat cekcok pada hari Selasa (19/8/2025).

“Satu telah kami amankan, senjata tajam, dan satu lainnya masih dalam pencarian kita,” kata Eka dalam konferensi pers, Kamis (16/10/2025), dilaporkan Tribunlombok.com.

Setelah membunuh korban, ternyata tersangka lain juga ikut berperan dalam memalsukan kasus kematian Esco.

Cara melakukannya adalah dengan menyamarkan kejadian tersebut sebagai kasus bunuh diri, karena tubuh Esco ditemukan terikat tali di belakang rumahnya.

Diketahui, Brigadir Esco ditemukan meninggal di halaman belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada hari Minggu (24/8/2025).

Ternyata, empat orang lainnya turut serta membantu Rizka dalam menyembunyikan kejadian yang menyebabkan Esco meninggal.

“Terlibat dalam tindak pidana dan secara sengaja membantu RS, serta secara sengaja menyembunyikan seseorang yang telah melakukan tindak pidana,” jelas Eka.

Artikel ini telah diterbitkan di TribunSumsel.com