Perangkat Desa Grobogan Pamer Mobil dan Sebut Gaji Rp2 Juta, Dinilai Arogan dan Minta Maaf

by -168 Views

Tokoh Perangkat Desa di Grobogan Tampilkan Mobil dan Sebut Gajinya Rp2 Juta, Dianggap Arogan, Minta Maaf

Lintaskriminal.co.id –Baru-baru ini beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan seorang perangkat desa yang memperlihatkan kendaraannya sambil menyatakan bahwa penghasilannya hanya Rp 2 juta per bulan.

Di dalam rekaman tersebut terlihat jelas seorang laki-laki mengenakan pakaian batik KORPRI duduk di kursi penumpang mobil yang sedang melaju di jalan raya.

Ia kemudian memfokuskan kamera pada rekanannya yang sedang mengemudikan mobil dengan tenang, seakan ingin menunjukkan bahwa kehidupan para petugas desa tidak semengerikan yang dipikirkan orang.

Dengan penuh keyakinan, laki-laki itu berkata, “Kalah gaji menang gaya. Perangkat desa menerima gaji Rp 2 juta, mobilnya…,” sambil menunjukkan bagian dalam kendaraan yang dia tumpangi.

Ucapan tersebut terdengar seperti ejekan bagi mereka yang selama ini menganggap remeh penghasilan rendah para perangkat desa, padahal ternyata masih mampu memiliki kendaraan pribadi.

Tidak berhenti sampai di situ, pria itu juga mengajukan pertanyaan kepada netizen yang sering meremehkan profesinya.

“Bagaimana menurutmu? Yang berkomentar di sana menghina perangkat desa, ini lho mobilnya seperti ini,” katanya dengan penuh penekanan.

Ia juga menambahkan sebuah kalimat dengan nada menghina, “Sing tukang ngenyek mobilmu opo? (Yang tukang mengejek, mobilmu apa?),” seakan-akan ingin memperkuat bahwa dirinya lebih baik dari orang-orang yang meremehkan.

Bahasa dan sikap pria berpakaian KORPRI selanjutnya memicu berbagai tanggapan dari netizen yang menyaksikan video tersebut.

Banyak netizen menganggap tindakan pria tersebut justru menunjukkan sikap arogan dan tidak layak dilakukan oleh seorang perangkat desa.

Menurut mereka, menunjukkan mobil sambil merendahkan orang lain bukanlah contoh yang baik, terlebih jika posisinya sebagai pelayan masyarakat.

Tanggapan negatif muncul di kolom komentar, di mana sebagian besar mengatakan tindakan pria tersebut merusak citra perangkat desa yang semestinya bersikap sederhana.

Banyak pengguna internet juga mengkritik bahwa gaji yang sedikit bukan alasan untuk bersikap sombong, terutama jika menunjukkan kehidupan yang terlihat mewah.

Beberapa pihak berpendapat bahwa perangkat desa seharusnya menjadi contoh, bukan justru menghasilkan materi yang menimbulkan perselisihan.

Aksi yang viral akhirnya memicu diskusi yang luas di dunia online tentang etika dan cara hidup para pegawai desa dalam memanfaatkan media sosial.

Minta Maaf

Dikutip dari TribunJateng, pria yang ada dalam video yang viral tersebut bernama Lopo Aris Wibowo.

Lopo Aris Wibowo adalah aparatur desa yang bertugas di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng).

Setelah videonya menyebar secara viral, Lopo Aris merasa menyesal dan memohon maaf.

“Berhasilnya video yang sangat menyebar, saya secara pribadi merasa sangat bersalah,” kata Lopo Aris, Senin (18/8/2025).

“Saya berharap seluruh rakyat Indonesia bersedia mengampuni saya,” kata Lopo Aris.

Lopo Aris melanjutkan, pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada pihak desa.

“Saya telah dipanggil oleh Pak Lurah, dan saya sudah menyampaikan penjelasan yang lengkap. Sekali lagi, saya mohon maaf,” ujar Lopo Aris.

Lopo Aris menyampaikan bahwa tujuan dari pembuatan video tersebut adalah untuk bermain-main sambil memperlihatkan temannya yang sedang mengemudikan mobil.

Sahabat Lopo Aris diketahui akhir-akhir ini bernama Dedi.

Menurut Lopo Aris, Dedi memang memiliki kendaraan tersebut meskipun gajinya sebagai perangkat desa hanya sebesar Rp 2 juta.

Sementara itu, Dedi dikenal memiliki bisnis tambahan selain pekerjaannya sebagai perangkat desa.

Ia memiliki usaha perkebunan tebu. Maka tidak hanya perangkat desa saja,” katanya.

Lopo Aris kembali menegaskan bahwa pernyataannya bukan dimaksudkan untuk merendahkan siapa pun, tetapi hanya sebagai candaan.

(Lintaskriminal.co.id -/ Wartakotalive)