Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengungkapkan bahwa makam almarhumArya Daru Pangayunantidak rusak oleh orang asing. Kepala Sub Bagian Humas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Reonald Simanjuntak mengatakan pihaknya telah memanggil petugas kebersihan dan penjaga makam untuk memastikan berita pengrusakan makam diplomat muda tersebut.
“Dari mereka kami memperoleh keterangan bahwa makam tersebut mengalami penurunan akibat faktor alami,” kata Reonald kepadaTempo saat diwawancarai di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Kamis, 25 September 2025.
Peristiwa penghancuran makam Arya Daru diketahui oleh keluarga pada 27 Juli 2025. Pengacara keluarga almarhum, Nicholay Aprilindo, mengatakan bahwa informasi tentang perusakan tersebut disampaikan oleh penjaga makam kepada istri Arya. Padahal, istri tersebut baru saja melakukan ziarah beberapa hari sebelumnya.
Menurut Nicholay, kondisi makam yang kacau tersebut sangat mencurigakan. Mengingat, area TPU dalam keadaan kering karena tidak turun hujan selama beberapa hari, sehingga tidak mungkin kondisi makam tiba-tiba rusak.
Panit 5 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Hijrahqul Fahrudin menganggap meskipun tidak ada hujan yang turun dalam periode tersebut, namun sebuah makam secara alami bisa mengalami perubahan tampilan. “Dalam kasus makam ini, tanah yang sebelumnya lembut bisa menjadi lebih padat, atau ruang kosong di bawah makam itu bisa terisi secara alami,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya pada Selasa, 23 September 2025.
Keluarga Arya Daru sebelumnya menyampaikan kecurigaan terbaru mengenai kematian diplomat dari Kementerian Luar Negeri. Menurut pengacara mereka, Nicholay Aprilindo, keluarga pernah menerima ancaman beberapa waktu lalu.
Nicholay menceritakan, tindakan teror tersebut berupa kerusakan pada makam almarhum di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sunten, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Makamnya rusak, seolah baru saja digali,” ujar Nicholay saat diwawancarai Tempo di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu, 10 September 2025.
Selain kerusakan makam, keluarga juga menemukan bunga yang berada di makam diganti dengan bunga berwarna putih yang diduga merupakan jenis melati. “Jadi bunga yang sebelumnya dari keluarga itu sudah tidak ada, diganti dengan bunga putih tersebut,” kata Nicholay.
Arya Daru ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah kamar kos di Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 8 Juli 2025. Kematian Arya terungkap setelah istrinya, yang tinggal di Yogyakarta, menghubungi penjaga kos untuk memeriksa suaminya. Istri tersebut mencurigai adanya sesuatu yang tidak wajar karena ponsel Arya tidak bisa dihubungi.
Petugas pengelola kos sempat mengalami kesulitan membuka kamar karena pintu tersebut terkunci dari dalam. Hanya tersedia satu kunci kamar, yang dimiliki oleh Arya Daru. Ketika pintu berhasil dibuka, tubuh seorang diplomat ditemukan dalam keadaan kaku, dengan seluruh wajahnya tertutup lakban berwarna kuning.
Kepolisian Daerah Metro Jaya mengumumkan penyebab kematian Arya Daru adalah akibat kehabisan napas. Mereka tidak menemukan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, sehingga menyimpulkan bahwa tidak ada tindakan pidana yang terjadi.
Vedro Imanuel Girsang berperan dalam penulisan artikel ini.
