Polisi Selaraskan DNA Dua Kerangka di Jakpus dengan Dua Orang Hilang Demo Agustus 2025

by -60 Views

Lintaskriminal.co.id –– Laporan tentang hilangnya dua demonstran, yaitu M. Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, yang hilang akhir Agustus belum diterima oleh Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus). Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pencocokan DNA terhadap dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Senen, Jakpus dengan sampel DNA dari keluarga kedua orang yang hilang tersebut.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra, penyelidikan terkait temuan dua kerangka manusia masih berlangsung di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Tim Kedokteran Forensik Polri yang melakukan seluruh proses pengambilan dan pencocokan sampel DNA. Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat masih menantikan hasil dari tim tersebut.

“Kami masih menantikan hasil dari tim medis forensik RS Polri,” ujar Roby kepada awak media di Jakarta pada Sabtu (1/11).

Roby mengakui bahwa meskipun belum ada laporan korban yang hilang ke Polres Metro Jakpus, pihak kepolisian tetap melakukan pencocokan DNA terhadap dua kerangka manusia tersebut dengan sampel DNA dari keluarga dua orang demonstran yang hilang. Hal ini dilakukan karena Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah menerima laporan mengenai orang-orang yang hilang setelah aksi demo akhir Agustus lalu.

“Ada yang melaporkan kehilangan (keluarga kepada) KontraS, hal ini mungkin akan diverifikasi,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakpus Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa dua kerangka manusia ditemukan dalam kondisi terbakar hingga hangus. Kedua kerangka tersebut tidak dapat diidentifikasi. Susatyo menyampaikan bahwa lokasi penemuan kedua kerangka manusia tersebut berada di Lantai 2 Gedung ACC. Dua kerangka manusia itu ditemukan oleh petugas yang sedang melakukan renovasi gedung.

“Laporan awal kami diterima pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 dari tim teknis gedung yang akan melakukan pemeriksaan struktur sebagai bagian dari renovasi karena kondisi bangunan telah habis terbakar,” kata Susatyo saat dihubungi pada Jumat (31/10).

Selanjutnya, Susatyo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara itu, kedua kerangka manusia tersebut sudah berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan forensik dan uji DNA. Ia menyebutkan, sampel DNA dari kedua kerangka tersebut diambil untuk diperiksa dan dibandingkan dengan data DNA lainnya.

“Hasil pemeriksaan TKP, ditemukan dua kerangka manusia yang terkubur di bawah plafon yang terbakar. Kami masih menunggu laporan dari Tim Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri. Perkembangan akan kami sampaikan,” katanya.