Pria Bawa Pisau Coba Serang Posko, Ditangkap Polisi

by -170 Views

Lintaskriminal.co.id -, PATI– Kondisi di depan Kantor Bupati Pati tiba-tiba memburuk ketika seorang pria mengendarai sepeda motor CRF dengan nomor polisi K 3610 DS tiba.

Tidak heran, pria tersebut berusaha menyerang Posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang terletak di depan Kantor Bupati Pati, setelah selesainya Rapat Pansus Hak Angket DPRD Pati, pada Kamis (2/10/2025), sekitar pukul 14.30 WIB.

Setelah turun dari motornya, pria tersebut mengambil senjata tajam berupa badik dari tas ransel biru muda yang ia bawa, lalu mengajak orang-orang yang berkumpul di Posko AMPB.

Di posko AMBP pada masa itu, Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto, sedang memberikan penjelasan kepada para jurnalis setelah mengalami kejadian pukulan.

Seperti yang diketahui, Teguh menjadi korban kekerasan dari massa pendukung Bupati Pati Sudewo pada pukul 09.40 WIB pagi.

Teguh ditarik, dipukul, dan diinjak oleh kerumunan saat berusaha memasuki Gedung DPRD Pati.

Saat itu, sidang Pansus mengundang Bupati Pati Sudewo.

Tak lama setelah rapat Pansus, ratusan massa AMPB yang mengetahui koordinator mereka dianiaya, “menggeruduk” kawasan Alun-Alun Pati.

Namun, pria berbadan besar itu justru mengeluarkan senjata tajam dan meminta AMPB membubarkan diri.

Para anggota AMPB langsung menghadapinya, dan sempat memberikan beberapa pukulan.

Sepeda motor CRF milik pria itu dihancurkan dan diinjak-injak, serta dipukul dengan batang bambu oleh massa AMPB. Terdengar teriakan “Bakar! Bakar!” di tengah kerumunan massa.

Namun, beberapa tokoh AMPB berusaha menenangkan massa sehingga aksi pembakaran sepeda motor tidak terjadi.

Pemuda yang membawa senjata tajam diserahkan kepada petugas kepolisian yang berada di lokasi, selanjutnya dibawa ke dalam area Pendopo Kabupaten Pati.

Namun, masih terdapat beberapa orang yang mengejar dan memberikan pukulan sebelum pemuda bersenjata memasuki gerbang Pendopo Kantor Bupati Pati.

Kemudian, kendaraan bermotor yang dibawa oleh pemuda tersebut juga diserahkan kepada pihak kepolisian.

Masyarakat berharap pemuda tersebut dapat diadili oleh pihak kepolisian, karena secara terang-terangan melakukan tindakan provokatif sambil mengancam dengan senjata tajam.

“Ia menantang orang di posko sambil membawa pisau sangkur. Teriak-teriak menantang, katanya ingin membunuh kami. Alhamdulillah tidak ada di antara kami yang terluka. Ia beserta motornya dan tasnya langsung kami serahkan ke polisi,” kata Sukoco, anggota AMPB.

Sukoco mengakui tidak mengenali pria tersebut. Menurutnya, pria itu tampak masih muda, usianya sekitar tiga puluhan.

Ia bahkan mengira pemuda tersebut sengaja dihadirkan sebagai alat untuk memancing pihaknya bertindak anarkis sehingga kasusnya dibawa ke pengadilan.

Polisi juga memperkuat pengawasan dan menghalangi terjadinya bentrokan antara AMPB dengan massa pendukung bupati.

Situasi berhasil dikuasai hingga Teguh Istiyanto bersama beberapa koordinator AMPB lainnya diantar oleh massa keluar dari Gedung DPRD Pati dan kembali ke posko.  (mzk)