Lintaskriminal.co.id -, Bekasi –Seorang pria dengan tato yang menyerang kurir paket karena uang sebesar Rp 30 ribu kini mendekam di dalam penjara.
Polres Metro Bekasi Kota telah menangkap pria bersurat tato itu setelah sempat kabur selama sekitar dua hari.
Pria dengan tato itu menyerahkan diri kepada pihak berwajib setelah ditahan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menahan seorang pria bertato dengan inisial KC.
KC menganiaya kurir pengiriman uang tunai saat tiba (COD) dengan inisial ID (22).
COD adalah metode pembayaran di mana pembeli membayar uang tunai saat barang tiba atau diterima, umumnya melalui pihak kurir.
COD biasanya digunakan dalam pembelian online agar konsumen merasa lebih nyaman, karena tidak perlu membayar sebelum barang sampai.
Berikut beberapa keunggulan COD, antara lain memberikan rasa aman bagi pembeli, memungkinkan pemeriksaan barang terlebih dahulu, serta sesuai untuk para pembeli yang tidak memiliki rekening bank atau dompet digital.
Namun kelemahan dari COD adalah risiko barang ditolak, serta kurir dapat mengalami kerugian jika pembeli tidak jadi melakukan pembayaran.
Ditambahkan oleh Arnold, setelah melakukan penganiayaan terhadap kurir COD, ternyata pelaku sempat kabur ke wilayah Tangerang. Persembunyian itu dilakukan setelah mengetahui dirinya sedang dicari oleh polisi.
“Karena mengetahui sedang dicari oleh Tim Buser Sat Reskrim Bekasi Kota dan dianjurkan untuk menyerahkan diri setelah sempat kabur ke wilayah Tangerang Kota,” katanya, dilaporkan dari TribunJatim, Minggu (28/9/2025).
Berita terkini, tersangka menyerahkan diri setelah sebelumnya kabur. Saat ini tersangka tengah ditahan di dalam penjara setelah dilakukan penahanan oleh Polres Metro Bekasi Kota.
“Tersangka penganiayaan kurir JnT mengaku menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi Kota pada tanggal 28 Agustus sekitar pukul 04.00 WIB,” katanya.
Peristiwa tersebut dimulai ketika ID mengantarkan paket ke rumah KC. Setibanya di sana, KC meminta pembayaran sebesar Rp 30.000 untuk paket tersebut melalui transfer.
Awalnya saya mengantarkan paket ke rumah pelaku, kemudian pelaku meminta transfer. Saya setuju, tetapi menggunakan QRIS. Namun, pelaku tidak menerima, sementara saya membutuhkan uang saat itu untuk pembayaran setoran,” kata ID kepada 10drama.com, Sabtu (27/9/2025).
Akibat peristiwa tersebut, KC tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan membawa sebilah senjata tajam yang berupa mandau.
“Maka dia mengeluarkan pisau saat kita berantem, saya bilang pak saya butuhnya sekarang untuk setoran, lalu dia tidak menerima keluarin senjata tajam. Tidak tahu alasannya dia ingin membayar nanti, kenapa,” kata ID.
Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terkena senjata tajam yang dibawa pelaku. Secara spesifik, luka tersebut terdapat di bagian bawah jempol kaki, perut, dan rahang kanan.
Luka di tangan sebelah kanan, khususnya di bawah jempol, merupakan luka sobek dan luka gores di bagian perut sebelah kanan. Terdapat pula bentakan di area rahang kanan,” katanya.
Setelah kejadian tersebut, ID melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang bahkan sedang mengejar pelaku yang kabur.
Berita berikutnya Wajah Pria yang Memotong Kurir Paket Saat Diminta Bayar COD, Kini Dicari oleh Polisi
