Pria Pembunuh Istri di Sulteng Diungkap, Cekcok Berujung Pembunuhan

by -124 Views

Lintaskriminal.co.id –Mengaku menemukan jenazah, pria pembunuh istrinya di Sulawesi Tenggara (Sulteng) terbongkar, awalnya bermula dari pertengkaran di rumah.

Baru-baru ini, Polres Bombana menangkap seorang pria yang diduga melakukan pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga bernama J, pada Sabtu (4/10/2025).

J menjadi korban dugaan pembunuhan di Dusun Lemboea 1, Desa Rompurompu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jenazah korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah, tubuh penuh dengan luka lebam dan luka tusukan senjata tajam di kebun belakang rumahnya, Selasa (30/9/2025).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bombana, Iptu Yudha Febri Widanarko menyampaikan bahwa tersangka laki-laki dengan inisial S telah ditahan.

S ditangkap di Desa Rompurompu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jarak antara tempat kejadian dan Polres Bombana bisa ditempuh dalam waktu 54 menit dengan jarak sejauh 45 kilometer (km).

“S ini adalah suami dari korban,” kata Iptu Yudha Febri kepada TribunnewsSultra.com, Minggu (5/10/2025).

Sayangnya, pelaku sebenarnya yang memperagakan menemukan jenazah korban di kebun belakang rumah.

Ini dilakukan oleh suami korban pembunuhan, agar polisi tidak mencurigainya.

Pemicu J Membunuh Istri

Kepolisian Resort atau Polres Bombana mengungkap penyebab pembunuhan kejam yang menimpa seorang ibu rumah tangga.

Kepala Satuan Reserse Kriminal atau Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Yudha Febri Widanarko, menyatakan bahwa pembunuhan mengerikan ini disebabkan oleh perselisihan dalam rumah tangga.

“Awalnya terjadi cekcok di rumah, karena saat pelaku S pulang ke rumah tidak ada makanan,” katanya, Minggu (5/10/2025).

“Lalu pada malam hari, korban J meminta izin untuk pergi ke pasar tetapi tidak diberi izin, sehingga terjadi perdebatan yang berlanjut,” tambahnya.

Lanjut Iptu Yudha Febri Widanarko, terjadi perkelahian kembali sekitar pukul 02.30 Wita.

Korban J meminta pelaku S untuk memasak air agar bisa membuatkan susu untuk anaknya.

Itulah puncak dari kemarahan S terhadap istrinya.

Air yang sebelumnya akan digunakan untuk membuat susu anaknya dialirkan kepada J.

Karena merasa takut dan sakit, J akhirnya berlari ke belakang rumah guna melindungi dirinya.

Melihat istrinya berlari ke belakang rumah, S langsung mengejar dengan menggunakan senjata tajam berupa parang.

J ditemukan di taman rumput gajah di belakang rumah.

Kemudian J dipeluk dari belakang oleh S, kemudian ditusuk hingga meninggal dunia.

“S sempat menghilangkan barang bukti dengan menyembunyikan sepatu korban dan parang yang digunakan di lokasi yang cukup jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) tempat korban ditemukan,” jelasnya.

Artikel ini telah diterbitkan di TribunnewsSultra.com.