Setelah Bunuh Istri, Pria Gowa Tewas Usai Tusuk Diri

by -96 Views

GOWA, halopadang.id– Seorang pria berinisial AM (45) dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang membunuh istrinya dan melarikan diri ke kebun coklat akhirnya meninggal setelah ditemukan dalam kondisi kritis.

AM sempat dilarikan ke RSUD Syech Yusuf karena mengalami luka tusukan di bagian perut sebelah kiri dan kanan.

Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal pada pukul 20.00 WITA, Kamis (2/10/2025).

“Kematiannya terjadi pukul 20.00 WITA saat sedang mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit,” ujar Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar Nambung, saat diwawancarai halopadang.id di halaman Mapolres Gowa, Jalan Syamsuddin Tunru, Sungguminasa.

Sebelumnya, pada pukul 06.00 WITA, AM menganiaya istrinya, SY (36), hingga meninggal dunia.

Kerabat yang mendengar teriakan langsung masuk ke kamar dan menemukan korban dalam kondisi berlumuran darah dengan sebelas luka tusukan dari badik, salah satunya luka terbuka di bagian leher.

“Terdapat sebelas luka di tubuh korban, salah satunya berada di bagian leher yaitu luka terbuka,” kata Bachtiar.

Setelah membunuh istrinya, AM sempat menyerang saudara ipar dan orang tua mertuanya, kemudian kabur ke perkebunan kakao sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan kritis.

Petugas memegang sebilah badik yang dimiliki AM di tempat kejadian.

“Barang bukti yang kami amankan adalah sebilah badik milik tersangka,” tambah Bachtiar.

Data yang dikumpulkan halopadang.id menyatakan bahwa AM mengalami gangguan depresi dan sering kehilangan kemampuan berpikir jernih.

Ia baru saja seminggu tiba dari Malaysia setelah bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di perkebunan kelapa sawit.

“Saya bekerja sama di Malaysia dan saya yang mengantarkan pulang ke Indonesia karena sakit. Selama seminggu kami tiba, kami tidak pernah mendengar ada perselisihan antara mereka (suami istri),” kata Amir (33), adik AM, saat diwawancarai di Mapolres Gowa.

Amir menyatakan, kakaknya menikam dirinya sendiri dengan pisau setelah membunuh istrinya.

“Di rumah sakit saya pernah bertanya kepada saudaranya siapa yang menikam, dan dia mengakui bahwa dia sendiri yang menikam dirinya karena menyesal telah membunuh istrinya,” kata Amir.

Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti dari kasus ini.

“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban dan tersangka. Hal ini bertujuan agar kasus ini dapat mendapatkan kepastian hukum,” kata Bachtiar.