Setelah Mencuri Motor, Mahasiswa KKN Pura-pura Bantu Cari di Balai Desa

by -234 Views

LUMAJANG, 10drama.com– Selain terampil dalam mencuri, Saman, pelaku pencurian sepeda motor milik mahasiswa yang sedang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, juga terampil berpura-pura.

Setelah mencuri dua sepeda motor mahasiswa KKN di desanya, alih-alih melarikan diri, Saman justru kembali ke kantor desa dan berpura-pura mencari motor mahasiswa yang hilang.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan, setelah membawa kabur dua sepeda motor mahasiswa KKN dari kantor desa, Saman dan rekannya, Sohib, sempat merasa cemas takut diketahui oleh warga lain.

Karena alarm motor yang dia curi terus berbunyi.

Akhirnya, Saman mengambil inisiatif untuk menyimpan dua sepeda motor tersebut di tengah semak belukar yang tidak terlalu jauh dari kantor desa.

Di sana, Sohib tugasnya mengawasi motor tersebut.

Sementara itu, Saman kembali ke kantor desa untuk memastikan kondisi dalam keadaan aman.

Bahkan, Saman pernah berpura-pura bingung dan ikut mencari kendaraan yang dicuri tersebut bersama mahasiswa dan perangkat desa.

“Pelaku sempat kaget karena alarm motor terus berbunyi, akhirnya dia kembali ke desa dan berpura-pura ikut mencari sambil memastikan kondisinya aman,” ujar Alex di Mapolres Lumajang, akhir pekan lalu.

Setelah polisi menyelesaikan pemeriksaan lokasi kejadian dan situasi dianggap aman, Saman kembali ke tempat ia menyembunyikan sepeda motor itu dan meminta Sohib untuk menjualnya.

“Setelah aman, sepeda motor itu diserahkan kepada temannya yang saat ini masih kita cari, jadi dia yang menjual motornya,” kata Alex.

Operasi Saman berlangsung sekitar seminggu sebelum akhirnya dia ditangkap oleh aparat kepolisian.

Menurut Alex, ia tidak dicurigai karena selama ini dia yang ditunjuk oleh kepala desa untuk mengawasi mahasiswa KKN.

“Sang pelaku sering berkomunikasi dengan kepala desa, bukan dengan perangkat desa, tetapi dia diminta bantuan oleh kepala desa untuk menjaga para mahasiswa, sehingga yang bersangkutan sering datang ke kantor desa, akibatnya saat menyamar tidak ada yang mencurigai, terlebih rumahnya memang dekat dengan kantor desa,” tambahnya.