Siswi SMP Malang Jadi Korban Bullying, Dikeroyok Dekat Makam

by -69 Views

Tindakan bullying atau kekerasan antara remaja perempuan terjadi di Kota Malang. Tempatnya berada di sekitar makam RW 9 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Perbuatan tersebut difilmkan oleh pelaku dan menyebar secara viral.

Lintaskriminal.co.id –mengunjungi tempat kejadian tersebut, Kamis (13/11). Lokasinya sepi karena terletak di belakang permukiman penduduk. Jalur menuju lokasi hanya digunakan untuk mengakses makam dan berada di tepi sungai sempit di belakang permukiman warga.

Seorang warga yang diwawancarai bernama Desi mengonfirmasi bahwa video yang beredar merupakan rekaman tindakan perundungan di lingkungannya. Video tersebut awalnya menyebar di grup warga setempat dan diketahui lokasinya berada di belakang permukiman, tepatnya di area jalan menuju makam.

“Korban bullying adalah warga RT 3 Kelurahan Tanjungrejo, dengan inisial FR. Korban masih duduk di kelas 7 di sebuah SMP swasta di Kota Malang,” ujar Desi, pada Rabu (12/11).

Meski sudah mengenal korban, Desi mengatakan tidak mengenali tiga wanita yang terlibat dalam perundungan tersebut.

“Korbannya adalah warga setempat dan tadi kerabat dari ayah korban datang ke sini untuk menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut. Jadi, korban tinggal bersama ibunya di rumah, sedangkan ayahnya bekerja di luar pulau. Sedangkan pelakunya tidak diketahui asalnya dan bukan merupakan warga setempat,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo mengonfirmasi kejadian tersebut. Mengenai penanganan kasusnya, diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota.

Mereka bersama Bhabinkamtibmas telah mengunjungi lokasi dan mengidentifikasi korban guna mengajukan laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota.

“Petugas Bhabinkamtibmas telah mengunjungi lokasi dan berkoordinasi dengan kami. Mengingat baik korban maupun tersangka adalah perempuan, maka kami segera menyerahkan penanganannya kepada Unit PPA Polresta Malang Kota,” katanya.

Menurut Wardi, korban akan melaporkan kasus bullying ini ke PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, hari Kamis siang (13/11) ini bersama orang tuanya.

“Pada rencana hari Kamis ini, korban beserta orang tuanya akan melaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota,” ujar Wardi Waluyo, pada pagi hari Kamis (13/11), melalui pesan singkatnya.

Di sisi lain, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota Ipda Khusnul Khatimah menyampaikan, baik korban maupun tersangka pelaku telah diketahui.

Mereka saat ini juga bekerja sama dengan Polsek Sukun dan perangkat lingkungan setempat dalam melakukan penyelidikan terkait dugaan tindakan perundungan ini.

“Kami masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Polsek Sukun. Tadi pihak Polsek telah bertindak menuju lokasi kejadian,” ujar Khusnul Khatimah.

Video Viral

Di dalam video yang beredar, terlihat korban perempuan memakai baju berwarna hitam yang dipukul beberapa kali oleh pelaku hingga menangis. Korban juga diancam oleh tersangka dengan ucapan ancaman hingga dikejar saat mencoba melarikan diri dari tempat kekerasan tersebut.

Timbang kon dihadapi tiga orang, ayo pilih siapa(“daripada kamu dihancurkan orang tiga, pilih siapa”) kata seorang perempuan dalam video tersebut.

Para korban juga beberapa kali mencoba melarikan diri, tetapi ditahan oleh tersangka pelaku lain. Perbuatan ini menyebabkan tersangka korban menangis dan memohon ampun kepada ketiga pelaku kekerasan.

Apakah kamu punya tangan besar jadi tidak bisa membuat gantem“(kamu memiliki tangan yang besar, tetapi tidak digunakan untuk meninju),” kata perempuan dalam video tersebut.