Wanita Tersangka Pencurian Museum Louvre Menangis di Persidangan, Khawatir Anaknya

by -78 Views

PARIS, halopadang.id– Seorang wanita yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus perampokan Museum Louvre di Paris, Prancis, menangis saat persidangan. Ia khawatir tentang keadaan anak-anaknya kelak.

Pada hari Rabu (29/10/2025), pihak kepolisian menangkap dua tersangka tambahan terkait kasus perampokan senilai 102 juta dolar AS (Rp 1,7 triliun), sehingga jumlah total tersangka yang ditahan menjadi empat orang.

Dua tersangka terbaru yang ditangkap adalah seorang pria berusia 37 tahun dan seorang wanita berusia 38 tahun.

Saat tiba di pengadilan Paris, wanita yang tinggal di La Courneuve, kawasan pinggiran utara Paris, menangis dan menyampaikan kekhawatirannya mengenai anak-anaknya serta kondisi dirinya, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan.AFP di lokasi.

Ia dituduh terlibat dalam pencurian yang diatur dan konspirasi kejahatan. Hakim menyetujui penahanannya dengan mempertimbangkan risiko keterlibatan dan kemungkinan gangguan terhadap ketertiban umum.

Di sisi lain, pria berusia 37 tahun juga ditahan dengan dugaan tindak pencurian yang terorganisir serta keterlibatan dalam rencana kejahatan.

Ia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak berwenang terkait kasus pencurian sebelumnya, dan sekarang ditahan sebelum persidangan.

“Kedua pihak menyangkal keterlibatan mereka dalam kejadian tersebut,” ujar Jaksa Penuntut Paris, Laure Beccuau.

Penasihat hukum tersangka perempuan, Adrien Sorrentino, mengatakan bahwa kliennya secara tegas menyangkal tuduhan tersebut dan saat ini dalam keadaan sangat terpuruk.

“Ia terkejut,” katanya kepada para jurnalis.

Ini adalah perampokan yang luar biasa, dan keputusan penahanan ini juga sangat keras. Seorang ibu muda kini ditahan meskipun masih dianggap tidak bersalah.

Dua pelaku pencurian di Louvre lebih dahulu ditangkap

Peristiwa pencurian yang terjadi bulan lalu berlangsung sangat cepat. Dalam waktu empat menit saja pada siang hari, para pelaku menggunakan alat listrik untuk memasuki salah satu galeri Louvre dan membawa sembilan buah perhiasan bersejarah.

Dua tersangka pria yang sebelumnya ditangkap mengakui sebagian dari tuduhan yang diajukan. Mereka diduga sebagai pelaku utama yang memasuki galeri, sementara dua orang lainnya bertindak sebagai pihak pendukung yang menunggu di luar.

Keduanya tinggal di kota Aubervilliers, yang terletak di bagian timur laut Paris.

Salah satu orangnya adalah warga negara Aljazair berusia 34 tahun yang tinggal di Prancis. Ia dikenali melalui jejak DNA yang ditemukan pada salah satu sepeda motor yang digunakan untuk melarikan diri.

Laki-laki kedua merupakan supir taksi ilegal berusia 39 tahun. Keduanya diketahui oleh aparat kepolisian terkait kasus serupa.

Salah satu dari mereka ditangkap di Bandara Charles de Gaulle ketika sedang bersiap terbang ke Aljazair.

Sementara yang lainnya ditangkap di dekat rumahnya. Jaksa memastikan tidak ada bukti bahwa ia berniat meninggalkan Prancis.

Sampai saat ini, barang-barang berharga yang hilang belum juga ditemukan.

Para perampok sempat merobohkan mahkota yang dihiasi berlian dan zamrud, yang dulu dimiliki oleh Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III.

Delapan aksesoris lainnya hilang, termasuk kalung zamrud dan berlian yang diberikan Napoleon I kepada istrinya yang kedua, Marie-Louise, serta mahkota milik Permaisuri Eugenie yang dihiasi hampir 2.000 berlian.

Namun demikian, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez tetap bersemangat.

“Saya tetap percaya bahwa kita bisa menemukannya,” kata Nunez kepada harianLe Parisien.