Pupuk Sapi Liar Palsu Beredar di Riau, Ini Pengakuan Korban

oleh -190 views
Pupuk Palsu Ilustrasi
Pupuk Palsu Ilustrasi

RIAU (LK) – Ratusan ton pupuk palsu beredar di Provinsi Riau, selain kurangnya pengetahuan petani terhadap komponen yang terkandung dalam pupuk, hal ini dikarenakan kurangnya pemantauan dari pihak pemerintahan.

Salah satunya seperti yang terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Kuantan Singingi, ribuan ton pupuk dalam karung yang berlabel Sapi Liar dari PT Central Agro Pratama, Gresik. Padahal pada tahun 2014 silam pabrik tersebut sudah tutup.

Bahkan aparat kepolisian sudah sempat membongkar praktek pembuatan pupuk palsu dengan memanfaatkan karung tersebut, namun sayangnya masih banyak yang lolos dan terjual ke petani.

Informasi yang berhasil dihimpun Lintaskriminal.co.id di lapangan, pendistribusian pupuk palsu ini dilakukan oleh beberapa marketing berpengalaman dari luar kota, salah satunya memiliki nama lengkap Adi Putra Sipayung.

Setelah berhasil membuat petani sawit terbuai dengan pupuk yang miring dan berimbas rugi besar, kini keberadaan Adi Putra Sipayung sudah tidak diketahui lagi alias kabur.

“Kami sendiri baru sadar kalau pabrik pupuk itu tutup sejak tahun 2014 silam, saat dihubungi untuk diminta tanggungjawab, Adi Putra Sipayung malah lari,” ujar Syahril (62), salah seorang petani sawit di Pelalawan.

Hal senada juga diungkapkan Ujang (57), yang juga menjadi korban pupuk palsu yang dipasarkan Adi Putra Sipayung, malah bapak tiga anak ini sudah sempat menggunakan pupuk tersebut satu kali.

“Saya sudah menggunakan satu kali, tapi setelah enam bulan tidak ada perkembangan, mulai dari itu saya mulai curiga dan bertanya ke beberapa distributor besar, barulah saya kaget,” akunya.

Kini kedua korban pupuk palsu itu mengaku terus menelusuri keberadaan Adi Putra Sipayung untuk bertanggungjawab atas kerugian materil maupun non-materil.

Keduanya juga yakin korban dari pupuk palsu ini akan terus bertambah, karena ada informasi pupuk buatan manual itu terus masuk ke Riau menggunakan jalur perairan.

“Dalam waktu dekat kita akan melapor dan meminta pihak kepolisian segera menindak pelaku pendistribusian pupuk palsu ini, agar korban tidak terus bertambah,” pungkasnya.

Sementara itu ketika tim Lintaskriminal.co.id menghubungi beberapa nomor kontak yang digunakan selama pemasaran, namun sayangnya tidak dapat dihubungi.

Sebagaimana diketahui, kandungan pupuk yang tertulis pada karung bungkusan pupuk palsu tersebut tidak sesuai dengan standar komponen yang ditetapkan Kementan, tentunya pupuk ini akan berdampak pada pertumbuhan tanaman.

Penulis : Yusman

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.