Akhirnya Terungkap! Awal Mula Perselingkuhan Ibu Persit dengan Junior Suaminya, Ini Penyebabnya

by -278 Views

Lintaskriminal.co.id –Isu perselingkuhan yang melibatkan seorang personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) belakangan ini memicu perhatian masyarakat.

Hubungan terlarang ini melibatkan istri Persit bernama Hilda Pricillya dan seorang junior suaminya, Pratu Risal H (RH).

Persit merupakan Persatuan Istri Tentara, sebuah lembaga yang khusus menaungi istri dari anggota TNI Angkatan Darat (AD) dengan nama lengkap Persit Kartika Chandra Kirana.

Organisasi ini dibentuk pada 3 April 1946 guna mendukung dan membantu anggota TNI AD, serta meningkatkan kemampuan anggota melalui pendidikan, pelatihan, dan kegiatan sosial.

Suami Hilda Pricillya adalah Serka Muh Farid Batjo (MFB).

Serka merupakan kependekan dari Sersan Kepala, yaitu pangkat bintara tingkat ketiga di TNI, satu tingkat lebih rendah dari Sersan Mayor (Serma) dan satu tingkat lebih tinggi dari Sersan Satu (Sertu). Jabatan ini juga setara dengan pangkat Brigadir Polisi dalam sistem kepolisian Indonesia (Polri).

Hilda Pricillya selingkuh dengan rekan kerja suaminya yang memiliki pangkat Pratu.

Prajurit Satu (disingkat Pratu) merupakan pangkat kedua terendah di tingkat Tamtama dalam sistem militer Indonesia. Pangkat ini diberikan kepada: Anggota TNI-AD. Anggota TNI-AL, (disebut dengan sebutan Kelasi Satu).

Kekhawatiran perselingkuhan ini memicu perhatian masyarakat Sulawesi Tengah.

Sulawesi Tengah merupakan provinsi yang terletak di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota dari provinsi ini adalah Kota Palu, dengan luas wilayah mencapai 61.841,29 km⊃2;. Jumlah penduduk Sulawesi Tengah pada tahun 2021 berjumlah 3.021.879 jiwa, dan pada akhir tahun 2023 meningkat menjadi 3.154.499 jiwa.

Awal Mula Kebiasaan Tidak Terpuji yang Diduga Terjadi

Hubungan antara Hilda yang dikenal dengan HP dan Pratu RH diduga dimulai dari kegiatan bersama antara anggota TNI dan Persit, khususnya dalam tim tari yang dibentuk untuk persiapan serah terima jabatan (sertijab) komandan batalyon.

Kedekatan mereka semakin erat setelah saling berkomunikasi melalui media sosial, mulai dari komentar di InstaStory hingga bertukar nomor WhatsApp.

Komunikasi yang semakin erat berujung pada pertemuan di sebuah hotel di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, hubungan intim antara RH dan HP terjadi tiga kali dalam satu pertemuan, dan berlangsung hampir setiap hari Minggu sejak Juli hingga September 2025.

Modus dan Pengungkapan Kasus

Cara yang digunakan HP untuk menyembunyikan perselingkuhannya cukup licik.

Ia berpura-pura memohon izin kepada suaminya untuk pergi ke pasar, tetapi sebenarnya pergi ke hotel di mana Pratu RH sedang menunggu.

Ketidakpercayaan Serka MFB terhadap istrinya muncul akibat perubahan sikap HP yang mulai menjauh dan menghindar.

Pada tanggal 21 September 2025, Serka MFB memeriksa ponsel istrinya, HP, saat sedang berendam.

Ia menemukan nomor tak dikenal yang ternyata milik Pratu RH.

Setelah terjadi perselisihan dengan istrinya dan melaporkan kejadian tersebut kepada komandan pleton, kasus ini akhirnya disampaikan kepada perwira intelijen batalyon dan selanjutnya kepada komandan batalyon untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan pemeriksaan.

Proses Peradilan dan Tindakan Militer

Kepala Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan perselingkuhan serta tindakan tidak senonoh (KBT).

Sersan RH kini sedang dalam proses pemeriksaan lanjutan.

Letkol Haryadi juga menekankan bahwa data yang beredar di masyarakat masih dalam proses pemeriksaan dan belum bisa diverifikasi sepenuhnya.

Pihak Denpom berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini sesuai prosedur hukum militer yang berlaku.

Profil Hilda Pricillya

Berikut ini adalah profil singkat Hilda Pricillya yang kini menjadi perhatian masyarakat:

Nama lengkap: Hilda Pricillya (HP)

Status: Suami dari Serka Muh Farid Batjo (anggota TNI)

Pekerjaan: Sebagai ibu rumah tangga

Pendidikan: Hingga tingkat SLTA

Asalnya: Disebut-sebut berasal dari Banjarmasin

Mencoreng Nama Baik Institusi

Peristiwa ini tidak hanya merusak reputasi institusi TNI, tetapi juga memicu perdebatan yang luas di kalangan masyarakat tentang etika dan nilai moral dalam lingkungan militer.

Banyak pihak menyoroti kepentingan pengembangan jiwa dan spiritual bagi anggota TNI serta keluarganya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Sosial media menjadi tempat utama penyebaran informasi dan pendapat masyarakat, dengan berbagai cerita yang muncul terkait skandal ini.

Beberapa pihak menginginkan proses hukum dilakukan dengan jelas dan adil, sementara yang lain menekankan pentingnya perlindungan bagi keluarga anggota militer dari dampak buruk lingkungan.

Kasus perselingkuhan antara Hilda Pricillya dan Pratu Risal H menjadi pelajaran berharga bagi lembaga militer serta masyarakat umum.

Di tengah tuntutan profesionalisme dan integritas, kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan internal serta pembinaan kepribadian tetap menjadi faktor penting dalam menjaga martabat dan stabilitas keluarga anggota militer.

Kronologi Perselingkuhan Terungkap

Ketidaksetiaan Pratu RH dan HP terungkap setelah Serka MFB mencurigai perubahan sikap istrinya.

Pada hari Minggu, 21 September 2025 sore hari, MFB kembali ke rumah dinasnya setelah menyelesaikan tugas di kantor.

Sesampainya di rumah, saat yang bersamaan HP sedang berada di kamar mandi, Serka MFB secara diam-diam mengecek handphone milik istrinya.

Ia merasa curiga terhadap perubahan perilaku istrinya dalam beberapa hari terakhir, yang sering menghindar atau menjauhi suaminya.

Saat memeriksa ponsel itu, ia menemukan nomor telepon masuk tanpa nama.

Serka MFB yang semakin curiga mencoba mengetahui nomor ponsel tanpa nama tersebut dengan menggunakan aplikasi.

Berdasarkan penyelidikannya, ia mengetahui nomor tersebut ternyata milik Pratu RH.

Setelah istriya selesai berendam, Serka MFB kemudian bertanya.

Namun, istri HP mengatakan tidak mengetahui nomor telepon yang tidak dikenal itu.

Pada apel malam di batalyon, Serka MFB memberikan laporan mengenai temuannya kepada salah satu komandan pleton (danton).

Saya Danton melaporkan masalah keluarga tersebut kepada salah satu perwira senior di kompi markas.

Sang perwira melaporkan masalah Serka MFB dan HP kepada salah satu perwira seksi intelijen (pasi intel) batalyon.

Pasi intel berikutnya memberikan laporan mengenai masalah tersebut kepada wakil komandan batalyon (wadanyon).

Akhirnya, wadanyon melaporkan masalah Serka MFB dan istrinya HP kepada komandan batalyon.

Kemudian komandan memerintahkan Pasi-1 Intel untuk segera melakukan penyelidikan (BAP) terhadap saksi dan pihak yang terkait.

Sersan RH juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan BAP.

Sebelumnya, Serka MFB telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut di markas batalyon, pada hari Minggu (22/09/2025) siang.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel ini telah diterbitkan di Tribun-Medan.com

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manadountuk pembaruan lebih lanjut mengenai berita terkini lainnya.