Ditangkap Polisi, Onadio Leonardo Akui Pernah Kecanduan Narkoba: Suka, Bukan Lingkungan

by -60 Views

JURNAL GAYA- Berita mengejutkan datang dari industri hiburan di Indonesia. Musisi sekaligus aktor Onadio Leonardo, yang dikenal dengan panggilan Onad, dilaporkan ditangkap oleh aparat kepolisian terkait dugaan tindak pidana narkoba.

Informasi ini secara langsung dikonfirmasi oleh Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David. “Benar (Onad ditangkap),” kata Ahmad David, Jumat 31 Oktober 2025.

Penangkapan ini mengejutkan publik. Pasalnya, sebelum kasus ini menjadi perhatian, Onad pernah mengungkap masa lalunya yang gelap terkait narkoba.

Pada salah satu sesi wawancara di channel YouTube Atta Halilintar, Onad mengungkapkan bahwa ia pernah terjebak dalam hal tersebut sejak masih muda.

“Killing Me Inside, di usia 21 tahun. Seharusnya jika aku bisa menjaga itu, aku akan lebih besar-besar-besar dalam band. Tapi masalahnya aku kecanduan obat terlarang,” katanya.

Menurut Onad, masa muda yang dialaminya dipenuhi dengan antusiasme akan popularitas dan uang yang datang dengan cepat. Hal ini membuatnya mudah tergoda oleh kesenangan sementara.

“Usia 21 tahun masih muda, lalu memiliki uang. Mencari kesenangan, masih muda, yang paling dekat mungkin (narkoba). Memang saya suka,” katanya dengan jujur.

Menariknya, Onad juga menolak pendapat bahwa kecanduan narkoba disebabkan oleh lingkungan. Ia menganggap rasa ingin tahu dan kesenangan palsu sebagai alasan utama seseorang terjebak.

“Saya tidak pernah percaya bahwa seseorang kecanduan narkoba karena lingkungan. Tidak lagi. Dia suka, dia penasaran, dan mencoba terlebih dahulu,” tegasnya.

Namun, akhirnya ia menyadari dan berhenti mengonsumsi narkoba. Ketakutan terbesar Onad adalah ditangkap oleh polisi serta kehilangan keluarganya.

“Setiap kali gue menggunakan, gue langsung berpikir: ‘Gue ditangkap polisi, besok masuk berita, hidup gue hancur.’ Akhirnya gue berhenti karena takut dan karena keluarga,” tutupnya.

Kini, kasus terkini yang menimpa Onad menjadi perhatian besar. Masyarakat menantikan hasil penyelidikan dan apakah musisi tersebut benar-benar kembali terlibat atau hanya menjadi korban situasi. ***