Lintaskriminal.co.id –– Mohamad Ilaham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Mohammad Ilham Pradipta, ditemukan meninggal di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/2025) pagi.
Ilham ditemukan meninggal dunia setelah sehari sebelumnya diduga dirampok oleh seseorang yang tidak dikenal (OTK) pada hari Rabu (20/8/2025).
Mohamad Ilham Pradipta ditangkap saat berada di area parkir Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Jenazah Ilham ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat, serta mata tertutup dengan pita hitam.
Pada awalnya, seorang peternak sapi berada di sekitar lokasi dan melihat jenazah. Setelah itu, dia melaporkannya kepada RT/RW setempat, hingga akhirnya laporan tersebut sampai ke Polsek,” kata Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, Kamis, seperti dikutip Wartakotalive.com.
Terdapat ikatan pada kaki, tangan, dan mata yang ditutup dengan pita. Kaki (dikait) menggunakan pita, tangan (dikait) dengan tali rafia,” jelasnya.
Selain dalam keadaan terikat, korban juga mengalami luka pada wajah akibat benda tumpul.
“Terdapat luka memar akibat benturan benda tumpul di area wajah korban,” ujar Hotma.
Sosok Mohamad Ilham Pradipta
Mohamad Ilham Pradipta menjabat sebagai Kepala Cabang BUMN di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Figur Mohammad Ilham Pradipta tergolong masih muda.
Ia berpulang di usia 35 tahun.
Maksudnya, Ilham lahir pada tahun 1990.
Saat ini, Ilham menjabat sebagai manajer cabang sebuah bank milik pemerintah di kantor cabang pembantu (KCP) Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Saat Tribunnews.com mengetikkan nama lengkap Ilham, tidak banyak data mengenai korban yang muncul di halaman hasil pencarian Google.
Ilham diketahui sudah menikah.
Ia memiliki seorang pasangan bernama Puspita Aulia.
Puspita tampak tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tempat jenazah Ilham telah dievakuasi setelah ditemukan di Bekasi.
Dilaporkan oleh TribunJakarta.com, Puspita menangis saat tiba di RS Polri Kramat Jati pada hari Kamis sekitar pukul 13.46 WIB.
Kakak ipar Ilham, Intania, menceritakan bahwa korban dikenal sebagai seseorang yang sangat baik selama hidupnya.
Bahkan, menurut Intan, pihak keluarga tidak pernah mendengar kisah bahwa Ilham memiliki musuh.
“Banyak orang mengatakan dia adalah orang yang sangat baik. Selama ini kita tidak pernah mendengar dia memiliki musuh,” kata Intan, Kamis.
Namun, Intan sangat yakin bahwa saudara iparnya memang sudah diawasi sebelum akhirnya diduga hilang pada hari Rabu.
Karena, mobil pelaku berada di samping mobil korban.
“Karena posisi mobil pelaku berada di samping mobil korban. Pada saat itu sedang bersama atasan mereka, karena memang masing-masing membawa kendaraan,” jelas Intan
Mohamad Ilham Pradipta tinggal di wilayah Jalan Rimba, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Pada hari Kamis (21/8/2025) malam, kondisi rumah duka Ilham terlihat penuh dengan kedatangan tetangga dan rekan kerjanya.
Selain itu, bunga papan untuk ucapan duka cita terus tiba.
Ketua RT setempat Aris Karsa Laksana menggambarkan sosok Ilham.
Menurutnya, Ilham adalah orang yang sangat baik dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
“Karakternya baik dan sering membagi sesuatu kepada warga sekitar,” kata Aris di rumah duka Ilham.
Ilham asli dan tinggal di kawasan Rimba ini.
Namun, Ilham tidak tinggal terus-menerus di rumah duka tersebut.
“Ia tidak tinggal tetap di sini ya. Ini rumah orang tuanya, ia tinggal di rumah dinas Jakarta, kalau tidak salah di Cempaka Putih,” katanya.
Ilham diketahui memiliki dua orang anak dan bekerja di salah satu bank milik negara.
“Saya tahu dia adalah karyawan bank. Kepala Cabang BRI, ya. Dia sudah menikah dan memiliki dua anak, seorang putra dan putri,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui, seorang pria bernama Mohamad Ilham Pradipta ditemukan meninggal di wilayah Bekasi setelah dirampok di kawasan Jakarta Timur.
Kondisi rumah duka Mohamad Ilham Pradipta berada di wilayah Jalan Rimba, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Kantor duka Ilham saat ini terlihat telah penuh dengan karangan bunga.
Selain itu, tetangga dan rekan kerja Ilham terus menerus datang ke rumah duka.
Bunga yang dipesan ini berisi pesan dukacita dari rekan kerja Ilham, yang juga diketahui sebagai Kepala Cabang Bank BUMN di Jakarta Pusat.
Di dalam karangan bunga tersebut juga tercantum nama salah satu bank milik negara tempat Ilham bekerja.
Diduga Diculik
Sebelum ditemukan meninggal di Bekasi pada hari Kamis pagi, Ilham Pradipta diduga kuat dirampok oleh pihak tak dikenal saat berada di area parkir Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada sore hari Rabu.
Di dalam rekaman CCTV, terlihat Ilham memakai kemeja coklat dan celana panjang krem saat berada di area parkir Lotte Mart.
Saat sedang berjalan menuju mobil hitam, dia tiba-tiba disergap oleh dua orang tak dikenal yang muncul dari mobil putih di sampingnya.
Awalnya berusaha melawan, Ilham terlihat terekam kamera sedang dibawa masuk ke dalam mobil berwarna putih.
Kebenaran dugaan penculikan tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.
“Benar, CCTV (merekam) saat penculikan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Grosir Lotte Mart (Pasar Rebo)” kata Ade Ary, Kamis.
Sebelum ditemukan meninggal, keluarga telah melaporkan kemungkinan tindakan penculikan terhadap Ilham.
Karena, informasi dugaan penculikan telah diketahui oleh keluarga sejak hari Rabu.
Insiden yang diduga merupakan tindakan penculikan tersebut juga dilihat oleh warga sekitar, yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
“Laporan tersebut benar, telah kami terima (Kamis) dini hari tadi,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, Kamis.
Namun, kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Ilham sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
4 Pelaku Ditahan, Pelaku Eksekusi Buron
Tidak lama setelah jasad Ilham Pradipta ditemukan, pihak kepolisian telah menahan empat tersangka.
Mereka merupakan AT, RS, RAH, dan RW yang ditangkap di tempat berbeda.
“AT, RS, RAH ditahan di Jalan Johar Baru III Nomor 42, Jakarta Pusat,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, kepada wartawan, Kamis.
Sementara itu, RW ditangkap saat tiba di Bandara Nusa Tenggara Timur (NTT). RW disebutkan berencana melarikan diri.
“RW ingin kabur,” tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka lainnya.
Tersangka yang kabur diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan Ilham.
“Eksekusinya sedang dikejar, dia sedang lari,” kata AKBP Dicky Fertoffan.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reynas Abdila, Wartakotalive.com/Muhammad Azzam, TribunJakarta.com)
