Ibu, ketika membahas persiapan memiliki anak, yang biasanya menjadi perhatian utama adalah kesehatan dan kondisi tubuh ibu. Mulai dari konsumsi vitamin, pola makan seimbang, hingga pemeriksaan kesehatan berkala selalu menjadi topik utama.
Namun ternyata, ada informasi terbaru yang cukup mengejutkan. Penelitian ilmiah terbaru menemukan bahwa kondisi kesehatan usus Ayah sebelum memiliki anak juga berpengaruh pada bagaimana bayi lahir nanti.
Wah, berarti tidak hanya Ibu yang perlu bersiap, tetapi calon Ayah juga memiliki tugas penting, ya Ibu!
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnalNaturemenunjukkan bahwa mikrobioma usus, yaitu kumpulan bakteri baik yang terdapat dalam saluran pencernaan calon Ayah, berpengaruh terhadap kesehatan anak-anaknya.
Penelitian ini dilaksanakan pada hewan uji coba, dan hasilnya sangat mengejutkan.
Tikus jantan yang mengalami ketidakseimbangan mikrobiota usus, seperti akibat penggunaan antibiotik berlebihan, ternyata melahirkan keturunan dengan risiko lebih besar mengalami berat badan lahir rendah, gangguan perkembangan, serta masalah pada fungsi plasenta. Selain itu, beberapa anak tikus cenderung lebih rentan meninggal pada masa awal kehidupannya.
Dikutip dari Newscientist, fenomena ini dikenal sebagai sumbu usus-germline, atau keterkaitan antara kesehatan saluran pencernaan dengan garis sel reproduksi yang berperan dalam proses pembuahan. Ketika usus tidak sehat, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas sperma melalui perubahan hormon dan ekspresi gen.
Namun berita baiknya, dilaporkan dariDaily Telegraph, saat tikus jantan diberi kesempatan untuk memulihkan kondisi ususnya setelah penggunaan antibiotik dihentikan, kemudian baru dikawinkan, keturunannya kembali sehat dan normal tanpa mengalami masalah seperti sebelumnya. Ini berarti bahwa jika kondisi usus ayah diperbaiki sebelum proses kehamilan, risiko-risiko buruk terhadap bayi bisa dikurangi atau bahkan hilang. Keren, bukan Bunda?
Temuan serupa juga berasal dari peneliti di Australia, dilaporkan dariFlorey, penelitian menunjukkan bahwa gangguan kesehatan usus pada ayah dapat memengaruhi fungsi otak dan tingkah laku anak. Dengan demikian, bukan hanya kesehatan fisik bayi yang terganggu, tetapi juga perkembangan mentalnya.
“Temuan ini seakan mengatakan bahwa laki-laki juga perlu merawat kondisi tubuhnya sebelum memiliki anak, bukan hanya calon ibu saja,” kata Profesor Anthony Hannan, koordinator penelitian.
5 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma untuk Membantu Proses Kehamilan – Foto: Lintaskriminal.co.id -/Mia Kurnia Sari |
Nutrisi Ayah pra-konsepsi
Meskipun sebagian besar penelitian masih dilakukan pada hewan, beberapa studi terhadap manusia telah menunjukkan hasil yang serupa. Kondisi gizi, asupan nutrisi, serta berat badan ayah ternyata memengaruhi kesehatan bayi yang lahir. Contohnya, laki-laki yang mengonsumsi folat dalam jumlah cukup cenderung memiliki keturunan dengan keadaan kehamilan yang lebih baik.
Sebaliknya, kegemukan pada pria dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan metabolisme pada anak di masa depan. Berikut adalah panduan gizi sebelum kehamilan yang baik untuk para ayah serta keturunannya nanti menurut studi yang diterbitkan dalamNational Library of Medicine:
1. Asupan folat
Penelitian di Finlandia menemukan bahwa peningkatan asupan folat sebesar 400 µg per hari pada pria sebelum proses pembuahan berkaitan dengan kehamilan yang sedikit lebih panjang, meskipun tidak memengaruhi berat lahir bayi.
2. Gizi dan obesitas
Ringkasan naratif dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan gizi dan obesitas pada laki-laki sebelum proses pembuahan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme seperti diabetes dan penyakit jantung pada anak-anak mereka.
3. Indeks berat badan tubuh (BMI)
Penelitian di Tiongkok mengamati 1.810 pasangan orang tua-bayi, dan menemukan bahwa peningkatan satu deviasi standar pada BMI pria sebelum konsepsi berkaitan dengan peningkatan berat lahir rata-rata bayi sebesar 29,6 gram—dengan dampak yang lebih jelas pada bayi laki-laki.
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa persiapan memiliki anak sebaiknya dilakukan bersama. Ibu menjaga kesehatan tubuh dan kehamilan, sedangkan Ayah juga perlu memperhatikan pola makan, berat badan, serta kesehatan ususnya. Dengan demikian, kesempatan untuk memiliki bayi yang sehat sejak lahir akan semakin tinggi, Bunda.
|
Pilihan Redaksi
|
Untuk Ibu-ibu yang ingin berbagi tentang pengasuhan anak dan mendapatkan banyak hadiah, ayo bergabung dengan komunitas Lintaskriminal.co.id -Squad. Daftar dengan klik diSINI. Gratis!

5 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma untuk Membantu Proses Kehamilan – Foto: Lintaskriminal.co.id -/Mia Kurnia Sari
15 Jenis Buah yang Dapat Meningkatkan Kualitas Sperma dan Menunjang Fertilitas
Apakah Ada Program Kehamilan Kembar Khusus untuk Mendapatkan Anak Laki-Laki? Ini Fakta-Faktanya
Komentar Ayah yang Viral Menyarankan Pria untuk Menyaksikan Langsung Kelahiran Istrinya, Alasannya Membuat Hati Terharu Komentar Seorang Ayah yang Menyebar di Media Sosial Mengajak Laki-Laki untuk Menonton Proses Kelahiran Pasangannya, Alasannya Sangat Mengharukan Komentar Ayah yang Menyebar Luas Mengajarkan Pria untuk Hadir Saat Istrinya Melahirkan, Alasannya Membuat Banyak Orang Terkesan Komentar Ayah yang Viral Mengingatkan Pria untuk Menyaksikan Kelahiran Istri, Alasannya Membuat Hati Jadi Lebih Lembut Komentar Ayah yang Menyebar di Internet Mengajak Laki-Laki untuk Menemani Istri Saat Melahirkan, Alasannya Sangat Menggugah Perasaan