Misteri Nasib Dua Polisi yang Tembak Pelaku Tawuran di Depok

by -155 Views

DEPOK, 10drama.com– Dua anggota Tim Pengawas Presisi Polres Metro Depok terlibat dalam penembakan terhadap dua pelaku pergulatan di Sukmajaya, Depok, pada Sabtu (9/8/2025) dini hari.

Akibat peristiwa tersebut, keduanya kini dijadikan dalam penempatan khusus (patsus) Propam Polda Metro Jaya sejak kasus ini sedang diselidiki.

“Proses ini telah ditangani atau yang bersangkutan telah diperiksa di Propam Polda Metro Jaya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, Selasa (19/8/2025).

Berdasarkan pendapat Made, kasus ini ditangani secara bersama oleh Polres Metro Depok dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

 

Sampai saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi serta menelusuri rekaman CCTV guna mengungkap jenis peluru yang ditembakkan oleh kedua anggota tersebut.

“Apakah memang berisi peluru karet atau peluru tajam, hal ini akan kita selidiki lebih lanjut dalam proses penyelidikan,” kata Made.

Namun, Made menegaskan bahwa kedua anggota personel telah mematuhi prosedur operasional standar (SOP) selama patroli, termasuk dalam membawa senjata api.

“Secara prosedur standar kami jelas, namun mengenai isi senjata tersebut tentu masih memerlukan penyelidikan lanjutan,” katanya.

Berencana tawuran

Berdasarkan pemeriksaan sementara, dua pemuda yang ditembak diyakini telah merencanakan tawuran. Mereka juga ketahuan membawa celurit dan golok saat dikejar oleh aparat kepolisian.

Sebelum kejadian, pihak kepolisian mengejar tiga tersangka yang berasal dari wilayah Jalan Juanda, Depok.

Dalam proses pengejaran, petugas menembakkan peringatan ke udara, namun kedua korban terus melawan hingga akhirnya ditembak di bagian punggung.

Rekan mereka yang juga ditangkap mengakui adanya rencana perkelahian tersebut.

“Dari pengemudi motor yang bersama korban, dia mengatakan dua temannya membawa senjata tajam untuk melakukan perkelahian,” kata Made.

Made memastikan bahwa kedua korban telah mencapai usia di atas 18 tahun.

“Bagi korban yang mengalami tindakan tegas, statusnya bukan lagi sebagai siswa, melainkan sudah dianggap dewasa,” katanya.

Setelah tertembak, kedua korban segera dibawa ke rumah sakit untuk menerima pengobatan.

Kepolisian menyatakan, saat ini keadaan dua pemuda tersebut telah membaik.

“Kedua pemuda itu sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan keadaannya stabil,” ujar Made.

Kronologi

Peristiwa penembakan ini dimulai ketika Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok menerima laporan dari masyarakat tentang terjadinya keributan di Sukmajaya pada pukul 02.00 WIB.

Saat tiba di lokasi, mereka (terduga pelaku tawuran) sudah berada di sana, langsung kami lakukan pembubaran. Kami mengejar mereka. Namun saat itu, kami berusaha mendekat, mereka melarikan diri,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi.

Kita sudah berhenti, tetapi mereka tidak menghiraukannya, tidak memperdulikannya, terus saja melangkah begitu saja, sambungnya.

Made menjelaskan, sebelum dilakukan penembakan terhadap kedua tersangka perebutan wilayah, petugas telah melepaskan tembakan peringatan terlebih dahulu.

Namun, tembakan peringatan tersebut diabaikan. Pelaku yang dicurigai terus berusaha melarikan diri dengan memacu kendaraannya.

“Sudah ada, sudah ada tindakan yang dilakukan oleh tim dengan melepaskan tembakan peringatan untuk mengusir mereka sebanyak tiga kali ke arah langit,” kata Made.

Peluru yang ditembakkan oleh petugas akhirnya mengenai dua orang yang diduga terlibat dalam perkelahian dan menyebabkan mereka luka.

Salah seorang pemuda yang terluka akibat tembakan adalah R (20), sementara identitas tersangka lainnya belum diungkap oleh pihak kepolisian.

“Korban dirawat di rumah sakit Kramat Jati dan Mitra Keluarga (Depok),” kata Made. Polres Metro Depok hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian penembakan tersebut.