Remaja Tewas dalam Kecelakaan di Simpang Lima Gorontalo

by -122 Views

Lintaskriminal.co.id -, Gorontalo –Seorang pemuda berusia 17 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di persimpangan lima Kota Gorontalo, Jumat (26/9/2025) dini hari sekitar pukul 04.45 Wita.

Informasi mengenai kecelakaan ini diperoleh Lintaskriminal.co.id setelah beberapa jam kecelakaan tersebut terjadi.

Data yang dikumpulkan dari lapangan menunjukkan bahwa remaja tersebut merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Sayangnya, ia meninggal dalam kecelakaan tunggal tersebut. Bahkan, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan.

Secara rinci, korban yang bernama Alfahri Atalapu sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning dengan nomor plat DM 3370 JH.

Sepeda motor itu ditemukan dalam keadaan rusak parah di bagian depan, menunjukkan besarnya benturan yang terjadi.

Kronologi Awal

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Gorontalo Kota, AKP Mutiara Puspitasari Hartono mengira bahwa korban diduga tidak memperhatikan saat mengemudikan motornya.

Terutama karena melihat waktu kecelakaan yang menunjukkan waktu dini hari. Belum diketahui arah dan asal usul korban saat melaju.

“Korban mengalami luka parah dan meninggal di tempat kejadian,” kata Roy.

Petugas segera tiba di tempat kejadian, mengamankan lokasi kejadian, mengambil keterangan dari saksi yang berada di sekitar area tersebut, serta menyita barang bukti berupa sepeda motor Aerox berwarna kuning milik korban.

Sampai saat ini, penyidik Unit Gakkum Satlantas masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kecelakaan tersebut.

Salah satu tindakan yang dilakukan adalah meninjau rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian.

“Kami masih melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, mengingat keluarga korban masih dalam kondisi berduka sehingga belum bisa dimintai keterangan tambahan,” tambah Roy.

Pertigaan Lima Telaga terkenal sebagai salah satu lokasi lalu lintas paling padat di Kota Gorontalo.

Wilayah ini menghubungkan jalur utama antara Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, serta berfungsi sebagai akses menuju kawasan pendidikan dan perdagangan.

Pada waktu-waktu tertentu, lalu lintas kendaraan di lokasi ini cukup ramai, sedangkan pada pagi hari cenderung sepi, sehingga berpotensi menyebabkan pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan di wilayah ini bukan yang pertama kali terjadi. Data dari pihak kepolisian menunjukkan beberapa kejadian lalu lintas pernah terjadi di lokasi yang sama, khususnya melibatkan pengemudi muda.

 

Kematian Alfahri menambah daftar panjang korban kecelakaan lalu lintas di Gorontalo yang mayoritas berusia remaja.

Data dari Korlantas Polri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pengemudi berusia 15–24 tahun merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kecelakaan, baik disebabkan oleh kurangnya pengalaman, kecepatan tinggi, maupun ketidaktelitian dalam menjaga fokus.

Di Gorontalo, pihak kepolisian sering melakukan operasi keselamatan lalu lintas yang fokus pada pengendara muda, termasuk pelajar yang telah memiliki kendaraan bermotor.

Namun, kasus terkini ini kembali menunjukkan bahwa pendidikan dan pengawasan tetap perlu diperkuat.

Polisi mengajak masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara, khususnya bagi para remaja yang baru menguasai kendaraan.

Aspek keamanan seperti penggunaan helm yang sesuai, mengendalikan kecepatan, dan tetap fokus saat berkendara harus menjadi prioritas utama.

“Keselamatan merupakan prioritas utama. Kami mengingatkan masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak melanggar peraturan lalu lintas,” ujar Roy.

(*)