Dua Pria Lokal Hancurkan Imam di Seririt Buleleng, Tabrak Mobil Lalu Pukuli Korban

by -124 Views

Lintaskriminal.co.id -, SINGARAJA –Sial menimpa seorang kurir di Seririt, Kabupaten Buleleng.

Ia menjadi korban pengeroyokan oleh dua pria setempat tanpa belas kasihan setelah kendaraannya ditabrak oleh kedua pelaku.

Peristiwa pemukulan di kawasan Seririt terjadi pada hari Sabtu (16/8/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.

Peristiwa pemukulan terjadi ketika kurir bernama Imam Fahri sedang dalam perjalanan menuju Desa Ringdikit.

Mirisnya, aksi pengeroyokan oleh dua pria lokal yang diketahui bernama samaran Gimbal dan Tu Nik terjadi di jalanan Seririt.

Diketahui korban menderita pengeroyokan setelah kedua tersangka menabrak kendaraan yang dikemudikan oleh kurir tersebut.

Peristiwa penganiayaan tersebut diakui oleh Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Dia menjelaskan korban pengeroyokan merupakan warga Banjar Dinas Batu Agung, Desa/Kecamatan Gerokgak.

Peristiwa pemukulan itu dimulai ketika Imam, yang merupakan kurir pengantar barang, sedang melintasi jalan Bubunan dengan mengendarai mobil.

Saat tiba di persimpangan jalan yang menuju Desa Ringdikit, korban bertemu dengan dua orang pria yang mengendarai sepeda motor.

“Dua pria yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut diketahui bernama Agung Gimbal dan Tu Nik. Keduanya berjalan ke arah yang sama dengan korban, yaitu dari utara menuju selatan,” katanya, Minggu (17/8/2025).

Tidak lama kemudian, korban merasa mobil yang dikendarainya ditabrak dari belakang.

Tiba-tiba korban segera menyalakan lampu sein di sisi kiri untuk berhenti di sebelah timur kantor Perbekel Bubunan.

Kemudian korban keluar dari kendaraan sambil menutupi tangannya dan meminta maaf. Namun Agung Gimbal mendekati korban dan berkata, “Cai,” katanya.

Sambil meminta maaf kepada dua pelaku pengeroyokan, korban berjalan mundur menjauh dari mobil.

Pada saat itu, Tuan Nik mendekati korban, lalu langsung menyerang dengan pukulan telanjang dan mengenai tulang alis kiri.

Tendangan Tu Nik membuat korban kurir ini jatuh.

Tidak puas dengan tindakan pengeroyokan tersebut, Tu Nik kembali memberikan pukulan.

Penganiayaan yang dilakukan berulang kali membuat pria berusia 33 tahun itu tidak mampu mengingat jumlah pukulan yang dia terima.

Bahkan ketika akan berdiri, korban kembali menerima pukulan dari Tu Nik.

Beruntung ada seorang penduduk bernama Pak Lonjor yang segera menghentikan tindakan pengeroyokan terhadap kurir tersebut.

Setelah aksi pengeroyokan dihentikan oleh warga, Agung Gimbal dan Tu Nik meninggalkan korban di tempat kejadian.

Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka darah di bagian pelipis kiri.

Setelah penganiayaan tersebut, korban tidak mampu melanjutkan pekerjaannya akibat cedera yang dideritanya.

Tidak lama kemudian, seorang petugas dari Polsek Seririt tiba di tempat kejadian pengeroyokan, lalu membawanya ke Polsek Seririt untuk membuat laporan resmi.

“Terkait kejadian pemukulan ini sedang kami lanjutkan dengan melakukan penyelidikan,” tegasnya.

SOK Jagoan Dolar dan Robot di Buleleng

Sementara itu, tindakan pengeroyokan juga menimpa Dewa Made Romi Indrawan di Banjar Dinas Tengah, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Peristiwa pemukulan terjadi ketika korban sedang menghadiri acara potong gigi kerabatnya.

Saat ingin kembali dari kegiatan tersebut, korban justru menjadi target pemukulan.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di bagian punggung serta memar pada wajah dan bahu belakang.

Peristiwa pemukulan terjadi pada Jumat (15/8/2025) sekitar pukul 19.00 WITA saat acara potong gigi keluarga korban.

Tempat kejadian pengeroyokan berada di Banjar Dinas Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz ketika dimintai konfirmasi mengonfirmasi adanya kejadian pengeroyokan tersebut.

Dikatakan dia, peristiwa pengeroyokan berawal saat Dewa Romi mengunjungi rumah keluarganya yang sedang ada upacara potong gigi sekitar pukul 08.00 wita.

Sampai pukul 12.30 WITA, Dewa Romi menyusup ke dalam keluarga lain yang sedang mengonsumsi minuman beralkohol atau miras di gang dekat rumah Dewa Bom.

“Mereka mengonsumsi minuman keras hingga pukul 14.00 WITA. Karena terik panas, akhirnya mereka memutuskan untuk berpindah ke rumah Dewa Bom,” kata Kasi Humas Polres Buleleng, Minggu (17/8/2025).

Di rumah Dewa Bom, minum-minum alkohol dilanjutkan, ada beberapa orang, termasuk korban, Dewa Plonco, Aji Tek, Dewa Gredag, Dewa Putu Widiadnyana, Robot serta beberapa orang lainnya.

Pada saat itu, seseorang yang akrab disapa Robot diduga memicu emosi korban.

Pada saat itu, Robot berbicara kepada korban dalam bahasa Buleleng, “cai madan Dewa Romi, cai kuat minum”, tetapi tidak direspons oleh Dewa Romi.

Ia terus mengucapkan kalimat tersebut, namun tetap tidak mendapatkan tanggapan dari korban. Sampai pukul 18.30 WITA, korban berpamitan untuk pulang.

Mereka merespons dengan baik, namun setelah sampai di gerbang, korban diserang oleh pelaku yang bernama Robot, lalu terjadi pemukulan,” katanya.

Peristiwa pemukulan itu menyebabkan korban jatuh.

Namun ketika korban berusaha bangkit dan melarikan diri, ia kembali menjadi sasaran pengeroyokan oleh Dolar dan teman-temannya.

Tinju itu mengenai wajah korban hingga ia jatuh. Ketika berusaha bangun dan lari, korban kembali dipukul dari belakang.

Sampai seorang tetangga yang kebetulan lewat, langsung membawa korban pergi dari lokasi tersebut,” katanya.

Insiden pengeroyokan tersebut menyebabkan Dewa Romi mengalami cedera di bagian punggung, memar di dahi dan wajah, serta nyeri pada leher sebelah kanan belakang.

Ia kemudian melaporkan kejadian penganiayaan yang dialami korban ke Polsek Banjar agar mendapatkan penanganan.

“Laporan telah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tegas Kasi Humas Polres Buleleng. (mer)